Uncategorized

Petani Tuban Kelimpungan Akibat Pupuk Langka

pupuk tuban langkaPetani Tuban Kelimpungan Akibat Pupuk Langka. Jika Dinas Pertanian beralasan pupuk subsidi di kios resmi sedang kosong karena jatah kuota subsidi 2014 belum didistribusikan.

Namun kenyataan dilapangan, meski kios resmi selama beberapa pekan terakhir kehabisan stok, tetapi para penjual illegal secara bebas dan terang-terangan menjual pupuk subsidi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Nampaknya tidak ada yang ditindak sesuai aturan yang berlaku, sistem distribusi tertutup barang bersubsidi.

Pembina Kelompok Tani Maju Tani, Desa Mentoro, Kecamatan Soko, Wakhid Hasyim, Minggu (12/01/2014) mengatakan sejak sebulan lalu petani di kelompok taninya tidak bisa membeli pupuk. Karena kios resmi pengecer tidak dapat jatah dari distributor.

Baca:  Jatim Agresif Garap Pasar Afrika

Alasan dari distributor jatah 2013 sudah habis, padahal sejak awal Desember petani Mentoro belum membutukan pupuk, karena belum tanam. “Kalau kita belum beli katanya kok sudah habis, lalu jatah kita dikemanakan ?,” tanya Wakhid.

Anggota Pos Penyuluh Desa (Posluhdes) ini juga menambahkan, meski kios resmi tidak dapat jatah pupuk. Namun beberapa orang yang tidak kios resmi memiliki pupuk melimpah dan menjual diatas HET.

Karena kebutuhan memupuk sangat mendesak, petani terpaksa harus membelinya. “Ini sudah saatnya memupuk, kalau tidak dipupuk, hasil panenya bisa menurun. Kios resmi tidak punya pupuk, tapi kenapa mereka (penjual ilegal) punya pupuk. Dari mana dapat pupuknya ?,” ungkapnya.

Baca:  IAIN jember membuka tiga program studi baru

Dijelaskan menurut kios resmi yang didesak petani menyalahkan distributor. Sedangkan kondisi beredarnya pupuk diluar kios resmi ini bukti nyata lemahnya pengawasan dan penegakan hukum terhadap penyimpangan barang bersubsidi.

“Intinya kios pengecer resmi menyalahkan distributor fimaco, dan juga menurut saya banyaknya peredaran pupuk bersubsidi di kios pengecer ilegal yang harganya mencapai Rp. 130 ribu menandakan lemahnya  pengawasan oleh Pemkab (sesuai amanah Permentan) dan lemahnya penegakan hukum (law inforcement),” pungkanya. (min/seputartuban)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman