Home » Gresik » Politik Gresik » Pilkada Gresik Dikotori Money Politik

Pilkada Gresik Dikotori Money Politik

Pilkada Gresik Dikotori Money Politik. Memasuki masa tenang selama tiga hari ini, suhu politik pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilakda) di Kabupaten Gresik tambah memanas, sehingga muncul money politic di mana-mana.

Beberapa orang mengaku mendapatkan uang santunan dadakan satu keluarga per suara mendapatkan Rp 50.000 dengan amplop bergambar pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Gresik.

“Itu sudah bukan rahasia lagi mas, amplopnya bergambar paslon dan uang itu disebutkan sebagai ganti transportasi saat nyoblos,” ujar salah seorang warga Kedamean, Gresik yang mengaku menerima tiga amplop untuk dirinya, istri dan anaknya yang sudah berusia 18 tahun, Senin tadi pagi.

Menurut dia, sosok orang membagikan uang menyampaikan dengan terang-terangan dan berpesan, pada 9 Desember 2015 mencoblos nomor yang ada, bukan yang lain.

Baca:  DPC PPP Gresik Beraharap Limpahan Suara dari PKNU

Menurut warga lainnya dari wilayah kota Gresik, disebutkan ada juga paslon yang tidak memberikan uang tetapi berupa sarung kopiah, sajadah dan sembako. Warga yang memahami maksud pemberian itu dengan senang hati menerimanya kendati dipesan untuk mencoblos nomor paslon yang ‘berderma’ itu.

Menanggapi maraknya money politic, Komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Gresik, Haryanto mengaku sedang menelusuri informasi terkait maraknya dugaan money politics dalam beberapa hari terakhir.

Ia mengaku sedang menelusurinya dan nantinya meminta ada saksi yang mau melapor. “Sampai sekarang belum ada yang bersedia menjadi saksi mas walaupun mereka mengaku tidak meminta tetapi disumbang. Ini yang merepotkan,” katanya.

 

Beritasatu.com | Aries Sudiono

Baca:  Sambari-Qosim Diusung PKB dan Demokrat Maju Pilbup Gresik 2015

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *