Peristiwa

Polres Gresik Dipaksa Bebaskan Tahanan, Wibawa Hukum Terpuruk

Polres Gresik Dipaksa Bebaskan Tahanan, Wibawa Hukum Terpuruk. Preseden buruk penegakan hukum terjadi di Kabupaten Gresik. Polisi memaksa kejaksaan melepaskan 4 tersangka pencemaran nama baik dari Rutan Gresik. Pemicunya, polisi khawatir massa warga Desa Sumur Ber Kecamatan Panceng yang memblokade Mapolsek Panceng berbuat anarkis.

Tidak tanggungtanggung, Kapolda Jatim Irjen Unggung Cahyono yang memerintahkan Kapolres Gresik AKBP Achmad Ibrahim untuk mengajukan penangguhan penahanan atas empat tersangka. Keempatnya masing masing Syuhud (39), Abdul Karim (28), Nazidin (28), dan Idham Cholid (30) seluruhnya warga Sumur Ber, Panceng.

Langkah Irjen Unggung yang belum genap sebulan menjabat Kapolda Jatim ini didasari atas situasi di depan Mapolsek Panceng. Ratusan warga Desa Sumur Ber memblokade jalan depan mapolsek. Mereka marah atas penahanan empat rekan mereka yang selama ini dikenal tokoh penggerak aksi menentang Kades Ahmad Syafii.

Baca:  Tower Provider Berdiri Diatas Masjid di Gresik, Warga Protes

Massa mengancam akan bertahan di mapolsek jika empat tersangka yang baru 4 jam mendekam di Rutan Gresik tidak dibebaskan. Gertakan massa ini membuat polisi yang dipimpin Irjen Unggung Cahyono mengambil langkah mengejutkan yakni membebaskan empat tersangka melalui mekanisme penangguhan penahanan.

Hanya saja karena polisi agak kesulitan membebaskan keempat tersangka. Sebab mereka menjadi tanggungjawab Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik, dan baru masuk Rutan Gresik pukul 14.00. Akhirnya Kapolres Gresik AKBP Ahmad Ibrahim mendesak Kajari Bambang Utoyo memberikan izin
penangguhan penahanan.

Kepala Kejari Gresik Bambang Utoyo saat ditemui di kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim mengatakan bahwa dirinya keberatan dengan upaya Kapolres Gresik AKBP Achmad Ibrahim, untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Baginya, dengan melepaskan empat tahanan yang telah dilimpahkan ke kejaksaan adalah tidak tepat. “Itu membuktikan kurangnya koordinasi antara penyidik dari kepolisian. Kita bilang tidak bisa dilepas begitu saja harus ada penangguhan penahanan. Baik dari keluarga atau pengacaranya,” katanya disela-sela menghadap Aspidum Pathor Rahman.

Baca:  Negosiasi Alot, PT. Smelting Akhirnya Setuju Kompensasi Warga 8 Miliar

Kendati keberatan, namun kejaksaan akhirnya takluk juga dengan permintaan polisi. Sekitar pukul 21.00, surat penangguhan diteken Bambang Utoyo di rumah dinasnya. Selanjutnya pukul 21.30, Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Nur Hidayat memimpin anggotanya membebaskan keempat tersangka.

Kasubsie Pelayanan Tahanan Rutan Gresik, Anis Handoyo mengatakan, meski tidak lazim menerima penangguhan malam hari, pihaknya tidak bisa menolak. “Tahanan atas nama Syuhud, Abdul Karim, Nazidin, dan Idham Cholid keluar dari sel mapenaling sekitar pukul 21.45,” kata Anis Handoyo.

Tidak lama kemudian keempat tersangka keluar menaiki taksi Blue Bird dan dikawal 1 mobil Patwal Polres Gresik. Mereka langsung meluncur ke Mapolsek Panceng. Di tengah kerumunan massa Sumur Ber, keempat tersangka disambut bak pahlawan dan dielu-elukan warga.

Baca:  Kejaksaan Gresik Tetapkan Tersangka Korupsi Tanah

Tidak lama kemudian, massa yang menduduki mapolsek Panceng sejak pukul 16.30 langsung membubarkan diri. Sementara polisi dibantu puluhan anggota Satbrimob Polda Jatim mengamati sambil mengatur lalu lintas.

Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim Pathor Rahman mengatakan pelepasan tahanan dibenarkan dengan catatan. Pathor membenarkan tindakan dari Kejari Gresik. Menurutnya harus ada koordinasi antara kejaksaan dengan kepolisian. “Tapi walaupun dilepas kasus hukumnya tetap berjalan,” ujarnya. (jan/fir/san/ris/radarsby.com/Sumber: Koran Radar Gresik)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close