Home » Nasional » Prabowo Buka Opsi Mundur, Grogi Survey Stagnan Atau Takut Kecurangan?
prabowo maju pilpres 2019

Prabowo Buka Opsi Mundur, Grogi Survey Stagnan Atau Takut Kecurangan?

Prabowo Buka Opsi Mundur, Grogi Survey Stagnan Atau Takut Kecurangan?. Hasil survey beberapa lembaga pada bulan januari tidak menunjukkan kabar yang menggembirakan bagi Prabowo-Sandi. meskipun Sandi sudah berupaya menjangkau pemilih di berbagai wilayah. Jurstru yang ada adalah isu yang berkembang bahwa Prabowo membuka peluang untuk mundur.

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, mengatakan Prabowo akan menyatakan mundur jika terdapat potensi kecurangan yang tak bisa dibendung. Apa kata KPU soal hal tersebut?

“Kami belum berkomentar tentang itu, tapi yang pasti segala sesuatu sudah diatur dalam Undang-undang nomor 7 tahun 2017,” kata komisioner KPU Wahyu Setiawan di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019). Wahyu mengatakan terdapat hak dan kewajiban paslon yang harus dilakukan. Hal ini berlaku setelah paslon ditetapkan sebagai peserta pemilu.

“Jadi hak dan kewajiban paslon presiden dan wakil presiden setelah ditetapkan sebagai peserta pemilu itu ada hak dan kewajiban,” kata Wahyu.

Baca:  E-KTP Palsu Masuk dari Kamboja, Buat apa?

Dalam Undang-undang 7 tahun 2017 pasal 236 tentang pemilu menyatakan bakal pasangan calon dilarang mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai pasangan calon oleh KPU. Selain itu, sanksi dari larangan tersebut juga tercantum dalam pasal 552.

Sebelumnya, Djoko Santoso memberi sedikit bocoran soal isi pidato ‘Indonesia Menang’ malam nanti. Prabowo, kata Djoko, akan menyatakan mundur jika potensi kecurangan tak bisa dihindari.

“Memang supaya tidak terkejut, barangkali, kalau tetap nanti disampaikan Prabowo Subianto, pernyataan terakhir Prabowo Subianto adalah kalau memang potensi kecurangan itu tidak bisa dihindarkan, Prabowo Subianto akan mengundurkan diri,” kata Djoko Santoso saat bertemu Gerakan Milineal Indonesia Malang Raya, Minggu (13/1/2019) kemarin.

Berikut aturan Undang-undang 7 tahun 2017 pasal 236, sedangkan sanksinya terdapat pada pasal 552, berikut isinya:

Pasal 236

(2) Salah seorang dari bakal Pasangan Calon atau bakal Pasangan Calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (1) huruf f dilarang mengundurkan diri terhitung sejak ditetapkan sebagai Pasangan Calon oleh KPU.

Pasal 552

(1) Setiap calon Presiden atau Wakil Presiden yang dengan sengaja mengundurkan diri setelah penetapan calon Presiden dan Wakil Presiden sampai dengan pelaksanaan pemungutan suara putaran pertama, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 50.000.000. 000,00 (lima puluh miliar rupiah)

Baca:  Ini Persyaratan CPNS 2013 Sesuai Edaran Menteri

Cawapres Sandiaga Uno membenarkan salah satu poin pidato ‘Indonesia Menang’ yakni Prabowo Subianto akan menyatakan mundur jika potensi kecurangan tak bisa dihindari. Sandiaga bilang, proses pemilu harus berjalan jujur dan adil.

“Kita berharap pemimpin yang dipilih nanti adalah melalui proses yang jujur dan adil dan tentunya pemilihan umum yang sangat bisa dianggap sebagai pesta demokrasi. Nanti malam kami akan sampaikan,” kata Sandiaga di Ayana Midplaza, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Dia berharap Pemilu 2019 berjalan baik. Aparat juga penyelenggara pemilu diminta bersikap netral agar proses demokrasi tak tercederai.

“Harapan kami bahwa semua aparat penyelenggara pemilu dilakukan dengan penuh netralitas dengan harapan dari masyarakat tidak ingin dicederai proses demokrasi ini, itu harapan kita,” tegas Sandi.

Baca:  Kepala Bin Segera Diganti, Nasib Sutiyoso Diujung Tanduk?

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, memberi sedikit bocoran soal isi pidato ‘Indonesia Menang’ malam nanti. Prabowo, kata Djoko, akan menyatakan mundur jika potensi kecurangan tak bisa dihindari.

“Memang supaya tidak terkejut, barangkali, kalau tetap nanti disampaikan Prabowo Subianto, pernyataan terakhir Prabowo Subianto adalah kalau memang potensi kecurangan itu tidak bisa dihindarkan, Prabowo Subianto akan mengundurkan diri,” kata Djoko Santoso saat bertemu Gerakan Milineal Indonesia Malang Raya, Minggu (13/1) kemarin.

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *