Uncategorized

Produksi Mebel Jatim Mengalami Penurunan Signifikan

mebel jatim
merdeka.com

Produksi Mebel Jatim Mengalami Penurunan Signifikan. Perekonomian jatim tumbuh signifikan mencapai 7,27 persen, bukan berarti semua industri manufaktur ikut tumbuh. Industri mebel Jatim yang pernah menjadi primadona ekspor Jatim, selama tahun 2012 produksinya turun. Serbuan barang impor yang lebih murah dan berkualitas disinyalir menjadi faktor keterpurukan produksi mebel jatim..

“Industri mebel Jatim, baik yang skala besar, sedang, hingga kecil di Jatim produksinya turun 13,47 persen. Penurunan ini terjadi karena pasar dalam negeri yang menurun akibat serbuan produk impor,” kata Ketua Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan (AMKRI) Jatim, Nur Cahyudi, di Surabaya, kemarin (5/2).

Ia mengatakan, penurunan produksi mebel ini bukan karena faktor kekurangan bahan baku. Bahkan, seharusnya pasar mebel lokal meningkat karena selama tahun 2012 pasar properti residensial di Jatim, khususnya Surabaya dan sekitarnya, cukup baik.

Baca:  Kabupaten Gresik dan Lamongan Meraih Zero Accident Award

“Sektor properti ada pertumbuhan sekitar 20-25 persen dan setiap rumah jelas membutuhkan mebeler. Seperti tempat tidur, meja, kursi, bufet dan almari. Lalu mengapa pasar lokal turun? Ini tak lain karena mebel impor masuk cukup banyak dan rumah mewah ada kecenderungan memilih barang impor karena dianggap lebih bergengsi. Padahal pertumbuhan rumah mewah cukup besar,” papar dia.

Untuk mendukung pasar mebel lokal, lanjut Nur, pemerintah seharusnya membuat kebijakan yang melindungi produk lokal. Misalnya kemudahan untuk mendapatkan kayu. Untuk mebel impor harus ada standar kualitasnya, ada Surat Keterangan Asal Barang (SKAB) tentang kayu yang digunakan. “Jangan sampai kayu illegal dari Indonesia, setelah jadi mebel diekspor ke Indonesia,” ungkapnya.

Baca:  Tuban Diserbu Pil Koplo Karnopen Hingga ke Desa-desa

Begitu juga dengan ekspor kayu, barang dari kayu, turun 3,92 persen. Jika tahun 2011 nilainya sebesar USD 897,282 juta, dan tahun 2012 sebesar 862,117 juta. Sementara itu, di pasar internasional Vietnam menjadi saingan mebel Indonesia. Ini terjadi bukan hanya karena harganya yang murah.

Sertifikasi kayu di negara itu sudah berjalan dengan baik, sedangkan di Indonesia masih sporadis. Padahal Eropa dan Amerika mensyaratkan adanya sertifikasi asal kayu untuk setiap mebel yang masuk kawasan itu. Surat verivikasi legal kayu menjadi persaratan utama untuk bisa masuk ke pasar eropa dan amerika. (rdrsby/ edtr:adt)

Kata Pencarian:

gambar produksi mebel (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman