Home » Gresik » Peristiwa » Prostitusi Anak SMA di Gresik Sudah Lama Beroperasi

Prostitusi Anak SMA di Gresik Sudah Lama Beroperasi

Prostitusi Anak SMA di Gresik Sudah Lama Beroperasi. Tertangkapnya mucikari yang mempekerjakan PSK anak-anak membuat citra Kota Gresik sebagai Kota santri ternoda. Apalagi para pelaku masih berstatus remaja dan pelajar, sehingga membuat guru dan wali murid harus ekstra waspada dengan pergaulan putra-putrinya.

Dari pengakuan mucikari yang ditangkap, Wahyu Putri Sukni (20) mengatakan lokasi yang kerap digunakan melayani hidung belang adalah home stay di Jalan Arif Rahman Hakim yang tidak jauh dari kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik. “Home stay itu dulu bekas warnet (warnet),” imbuhnya.

Lebih lanjut dia mengaku jika ‘anak buahnya’ yang melayani pria hidung belang hanya dua orang, satu diakui bernama Gita Puspita (19). “Gita saat ini bekerja sebagai perias dan tinggal di Jalan Veteran Gresik,” terangnya.

Baca:  Transaksi Narkoba Gadis Pengedar di Gresik Mencapai 5 Miliar

Dan satu lagi adalah DA (18). “Dia (DA, red) sekolah di salah satu SMA Islam di dekat alun-alun Gresik. Dia sebenarnya asli Banjarmasin saat ini tinggal sama neneknya di daerah Bandaran Gresik. Bapak ibunya ada di Banjarmasin,” ungkapnya.

 “Banyak kok siswi SMA di Gresik yang mau melayani asalkan dibayar,” imbuh tersangka yang drop out di salah satu SMK swasta Gresik itu.

Ditanya keberadaan ayam-abu-abu di Gresik sekolah di mana saja, Putri secara lugas mengaku hampir semua sekolah SMA di Gresik Kota itu ada. Sementara itu, Kapolres Gresik AKBP Ady Wibowo mengungkapkan, tersangka diamankan saat mengantarkan kedua anak buahnya di home stay.

“Awalnya, kami mendapatkan informasi dari masyarakat apabila ada transaksi prostitusi di home stay. Setelah kami amankan mucikarinya (Putri, red). Selanjutnya kami melakukan penggeledahan,” kata Ady.

Baca:  Empat Warga Bungah Gresik Meninggal Keracunan Simping

Mantan Kabag Ops Polrestabes ini menambahkan, saat di dalam kamar polisi juga mengamankan  GP bersama pelanggan yang membokingnya. “Ternyata ada juga DA yang juga bersama pelanggannya. Barang bukti yang kami sita dari Putri adalah tiga unit ponsel dan uang tunai Rp 3 juta,” imbuhnya.

Tersangka Putri, ditambahkan kapolres dijerat dengan pasal berlapis mulai dari Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 100 juta. Serta Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun.

Sayangnya, baik Putri maupun Kapolres Ady Wibowo enggan mengungkapkan siapa pelanggan yang akan dilayani Gita dan DA. “Belum, kami belum melakukan penyidikam ke arah pelanggannya. Sementara kami fokus ke tersangka utamanya (Putri, red),” pungkas Kapolres Ady. (beritametro)

Baca:  Donatur Pembacok Cabup Lamongan Ditangkap di Bunder Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *