Uncategorized

PSK Benowo Bentrok Dengan Wali Kota Surabaya

psk klakah rejo benowo
psk benowo

PSK Benowo Bentrok Dengan Wali Kota Surabaya. Penertiban lokalisasi di Benowo mendapat perlawanan keras dari para PSK dan mucikari. Walikota Surabaya Tri Rismaharini bersitegang dengan para pekerja seks komersial (PSK) dan mucikari di lokalisasi Klakah Rejo, Benowo, Surabaya, Minggu (25/8).

Bahkan, walikota perempuan pertama di kota pahlawan itu sempat bentrok fisik mereka. Insiden ini dipicu penutupan lokalisasi itu yang dilakukan Risma.

“Kami belum setuju dengan penutupan lokalisasi, makanya kita protes peresmian penutupan lokalisasi,” kata Harnio, warga Klakahrejo di tengah aksi perusakan papan nama di depan Pos Linmas RW 02, kemarin.

Kejadian ini terjadi saat Risma akan meresmikan penutupan lokalisasi tersebut secara simbolis dengan membuka sebuah papan nama yang sudah disiapkan oleh Dinas Sosial Kota Surabaya. Pada saat Risma berada di depan papan tersebut, ratusan PSK dan mucikari yang berdemo membawa spanduk dan plakat berisi hujatan kepada Risma dan Pemkot Surabaya.

Baca:  Puting Beliung Hantam Ratusan Rumah di Madiun

Mereka memaksa masuk di tengah-tengah Risma. Sontak, Risma pun mendatangi para PSK dan merebut salah satu plakat yang dibawa oleh salah seorang PSK Benowo yang berada di barisan paling depan. “Apa-apaan ini, mau dibantu kok tidak mau,” teriak Risma sambil berusaha merebut papan tersebut.

PSK Benowo yang membawa spanduk tidak mau mengalah. Akibatnya, bentrok antara Risma dan massa tidak terhindarkan. Petugas Kepolisian dan Satuan Pamong Praja (Satpol PP) langsung mengamankan Risma dari kerumunan massa. Sementara para massa terus melanjutkan protes mereka. “Jangan tutup lumbung kami. Pemerintah dzolim pada kami, pemerintah otoriter,” teriak salah seorang PKS dengan lantang.

Usai perusakan papan nama penutupan lokalisasi, sejumlah polisi melakukan pengamanan obyek perusakan. Hal ini untuk proses penanganan lebih lanjut. “Papan nama yang dirusak sudah kita amankan. Meski sekarang ini baru deklarasi, tapi tetap kami tindaklanjuti nantinya,” kata Kapolsek Benowo Kompol Sri Andriyani di lokasi kejadian.

Baca:  Resto Mamamia Ditutup Paksa Satpol PP Gresik

Sri Andriyani memaparkan, aksi warga yang menentang deklarasi telah disikapinya dengan mengamankan lokasi. “Yang jelas, kami tidak tinggal diam dan akan menindaklanjuti kasus ini,” tuturnya.

Usai demo menentang penutupan lokalisasi, massa membubarkan diri. Mereka akan tetap beroperasi seperti biasa menjalankan aktivitas prostitusi, meski secara resmi ditutup oleh Pemkot. “Kami akan bekerja seperti biasa, baik WTS, mucikari, dan pedagang. Penutupan kami anggap tidak ada,” kata Endang. (surabayapagi.com)

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman