Ekonomi Gresik

PT. Harvas Star Gresik Nekat Bangun Pabrik Tanpa Ijin

PT. Harvas Star Gresik Nekat Bangun Pabrik Tanpa AMDAL. Beberapa investor yang menjalankan usaha di Gresik ternyata ada yang tidak taat azaz terhadap sistem perijinan. Seperti yang dilakukan oleh PT Harvas Star yang nekat melanjutkan proyek kendti belum mengantongi ijin AMDAL dan HO.

Meski sudah dihentikan oleh Komisi C karena tidak mengantongi ijin serta merusak bangunan masyarakat sekitarnya, PT. Harvas Star melanjutkan pemasangan tiang pancang untuk pembangunan perusahaan di Kawasan Industri Gresik (KIG).

Menyikapi hal itu, Komisi C memanggil PT. KIG, Semen Indonesia (PTSI) PT. Petrokimia Gresik (PKG), Badan Perijinan dan Penanaman Modal (BPPM), Badan Lingkungan Hidup (BLH) maupun pihak PT Harvas Star.

Dalam hearing dengan komisi C DPRD Gresik, PT. Harvas Star tak mau hadir memenuhi undangan Komisi C. Akhirnya, rapat dengar pendapat tetap menyimpulkan pembangunan yang direncanakan pabrik tepung tersebut dihentikan. Sebab, kendati berada di KIG tetapi ijin HO dan IMB serta Amdal harus dilengkapi.

Baca:  Kali Gedhe Menganti Mengering Pertanian Terancam

“Hearing berjalan cukup alot, setelah dilakukan cek data terkait dengan syarat ijin pendirian. Ternyata tidak ditemukan selembarpun surat ijin dari dinas terkait,”ujar Ketua Komisi C, Ir.H.Abdul Hamid dengan nada serius, Rabu (01/05).

Sebelumnya, Komisi C sudah melakukan sidak ke PT. Harvas Star sepekan lalu setelah mendapat keluhan dari masyarakat yang dinding rumahnya retak-retak dan bising karena pemasangan tiang pancang tersebut. Setelah disidak, Komisi C memerintahkan untuk dihentikan sampai ijin selesai. Ternyata, pembangunan proyek hanya dihentikan 2 hari saja. Lalu, pembangunan dilanjutkan lagi meski tanpa ijin.

Temuan juga diperoleh Komisi C terkait ijin Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) yang dikantongi PT. Kawasan Industri Gresik (KIG). Sebab, ijin IPAL yang dikantongi oleh anak perusahaan PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk tersebut, sudah kedulawarsa atau experied sejak beberapa tahun lalu. “Ijin IPAL KIG juga sudah mati sejak beberapa tahun lalu,”tandasnya.

Baca:  Buruh Gresik Demo ke DPRD Tolak RPP Pengupahan

Sementara itu, Anggota Komisi C Mustofa menambahkan, bahwa, masyarakat Desa Yosowilangun Kecamatan Manyar juga terganggu dengan pembangunan tiang pancang pabrik di KIG tersebut. Sebab, ketika hujan, air mengenagi jalan karena tidak ada selokan disisi pabrik yang ada. “Jelas, merusak jalan katena air tergenang di jalan. Itu, kesalahan KIG karena tidak ada selokan,”tuturnya.

Tak hanya itu saja. Warga mengeluh dengan polusi udara dari salah satu pabrik minyak goreng disana. Celakanya, tak ada kepedulian perusahaan pada warga sekitarnya tetapi hanya oknum saja. “Janji-janjinya perusahaan kepada warga tak ditepati,”tandasnya.

Baca:  Pemkab Gresik Percepat Kerjasama dengan Investor Air

Secara terpisah, Bupati Sambari Halim Radianto setelah menerima laporan hasil hearing dari Ketua Komisi C, Ir. H. Abdul Hamid menegaskan adanya kesalahan yang dilakukan PT. Harvas Star. “Meskipun berada di KIG, tetapi PT Harvas Star wajib melengkapi ijin HO, IMB maupun Amdal,”tegasnya.

Gresik yang diminati oleh ribuan investor memang kerapkali kurang tegas dalam menerapkan tata aturan dan perijinan. Jumlah perusahaan yang mencapai ribuan sering tidak terpantau aktivitasnya, terutama yang berkaitan dengan AMDAL maupun gangguan lingkungan. (GS/ edtr:abah)

Kata Pencarian:

harvest KIG GRESIK (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

One Comment

  1. Yang jelas jangan nyalain Bupati soal ijin2 perusahaan,tapi banyolan oknum pemkap dan anggota dewan digresik harus disudahi,karena sejatinya yg dinamakan sidak itu untuk apa,karena pada kenyataan hasil untuk kantong para oknum saja,dan rakyat sangat faham hal tersebut,maka cepat sadar dan taubat,kalau tidak penghasilannya menjadikan keturunan BANGSAT dan PASTI MERUGIKAN RAKYAT.renungi celote orang pinggiran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman