Gresik

PT. Panalux Multitop Terancam Ditutup Pemkab Gresik

Perusahaan elektronik PT Panalux Multitop terancam ditutup usahanya oleh Pemerintah Kabupaten Gresik. Itu terjadi, setelah perusahaan yang berada di Jl Raya Manyar Kecamatan Manyar ini diduga melanggar janji yang disepakati antara manajemen, buruh dan Dinas Tenaga Kerja Gresik.

“Silakan kalau memang manajemen melakukan wanprestasi dan dalam klausul kesepakatan ada sanksi penutupan, ya ditutup saja,” kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat menemui buruh PT Panalux Multitop yang berunjukrasa di depan Kantor Pemkab Gresik, Senin pagi.
Sambari mengatakan, dirinya sudah bersedia menjembatani konflik antara buruh dengan manajemen PT Panalux. Saat pertemuan, kedua belah
pihak mencapai kata sepakat untuk memenuhi sejumlah tuntutan, pada 3 Mei lalu.

Baca:  Serikat Buruh Gresik Siapkan Aksi Mayday

Sehingga dia heran, jika dalam kesepakatan yang dikuatkan oleh Disnaker Gresik ternyata hingga kini belum dilaksanakan. Dijelaskan, dia sudah  menghubungi pemilik pabrik bernama Richard yang berada di luar kota. Dua meminta supaya Richard segera kembali ke Gresik pada Rabu (6/6) besok. Untuk itu Sambari meminta para demonstran mempercayakan hal itu kepadanya.

Sebelumnya ratusan buruh dan elemen Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), melakukan aksi di depan kantor Pemkab Gresik Senin (4/6) kemarin. Dalam aksi tersebut, para demonstran sempat melakukan bakar ban di depan halaman kantor pemkab Gresik. Sehingga, hal itu menyebabkan arus lalu lintas menjadi terganggu. Mereka menuntut supaya pemkab Gresik segera turun tangan dalam menyelesaikan  permasalahan yang dialami antara para buruh dengan PT Panalux Multitop.

Baca:  Pemkab Gresik Tak Berkutik Hadapi Pegusaha Perusak Alam

Diantaranya masih belum dilaksanakannya kesepakatam yang terjadi antara Panalux dengan para buruh, yang dilakukan pada tanggal 3 Mei 2012 lalu. Selain itu, para demonstran juga meminta supaya pemkab Gresik mendesak pihak perusahaan, agar kembali mempekerjakan buruh ex  PT.Kawung yang telah diberhentikan oleh pihak perusahaan.

Koordinator demonstran Agus mengatakan, selain beberapa tuntutan tersebut, para buruh juga keberatan jika perusahaan mempekerjakan tenaga kerja baru di perusahaan perakitan barang-barang elektronik tersebut, diluar buruh ex PT. Kawung. “Kalau seperti ini namanya perusahaan tidak mengindahkan sama sekali inti dari kesepakatan tersebut,”tegasnya.

Agus juga menyampaikan, jika para buruh juga menuntut supaya perusahaan memenuhi hak-hak normatif dari para buruh. “Karena dalam dua tahun terakhir ini, kami kekurangan upah harian, upah lembur, dan THR dari perusahaan,” tukasnya. (jan/ris) Radar Gresik

Baca:  Kekeringan di Kabupaten Gresik Kian Parah

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman