Home » Gresik » Ekonomi Gresik » PT. Platinum Ceramics Industry Dicurigai Lakukan Banyak Pelanggaran
foto:kabarbisnis.com

PT. Platinum Ceramics Industry Dicurigai Lakukan Banyak Pelanggaran

Platinum ceramics
foto:kabarbisnis.com

PT. Platinum Ceramics Industry Dicurigai Lakukan Banyak Pelanggaran. DPRD Gresik terus melakukan klarifikasi terhadap perusahaan yang terindikasi melakukan pelanggaran. Setelah memanggil PT. Swabina Gatra dan PT. Barata Indonesia, kali ini DPRD Gresik meminta klarifikasi dari  PT.  Platinum Ceramics Industry Perusahaan keramik tersebut terindikasi melakukan banyak pelanggaran, termasuk menggaji karyawan di Bawah UMK.

Namun, DPRD Gresik terlihat  belum puas dengan klarifikasi yang diberikan PT. Platinum Ceramics Industry yang diundang oleh komisi D terkait kewajiban untuk mengikutkan pekerjanya dalam kepsertaan jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek).  Sebab, tak ada satupun buruh maupun karyawannya yang tercatat sebagai peserta Jamsostek di Kantor Jamsostek Cabang Gresik. Padahal, jumlah pekerjanya ada sekitar 742 pekerja di pabrik yang terletak di Jalan Raya Wringinanom Kecamatan Wringinanom.

“Kita akan sidak kesana (pabrik  Platinum Ceramics Industry). Tolong disiapkan data-datanya dan tolong dihadirkan 4 perusahaan outsourcing yang menerima pekerjaan penyedia jasa pekerja,”ungkap Ketua Komisi D, Drs. Chumaidi Maun dengan nada serius dalam hearing yang berlangsung Kamis (14/2).

Baca:  Bacaleg DPRD Gresik Banyak yang Terancam Dicoret

DPRD Gresik menemukan banyak kejanggalan yang ditemukan dari PT.  Platinum Ceramics Industry. Seperti memorandum of understand (MoU) terkait pekerjaan dan perjanjian kontrak bersama (PKB) belum direvisi dengan menyesuaikan upah minimal kabupaten (UMK) tahun 2013. Selain itu, hearing tidak kourum karena mayoritas anggota Komisi D menjadi anggota Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Gresik yang mengikuti kegiatan di Malang. Praktis, hanya Chumaidi Maun yang sendirian melakukan hearing.

“Karena pihak Platinium Keramik Industri  tidak memberikan kepastian waktu keadirannya, teman-teman (anggota Komisi D) sudah berangkat ke Malang,” imbuhnya.  Sementara PT.  Platinum Ceramics Industry diwakili oleh Herlani dalam hearing tersebut. Dia mengakui kalau perusahaannya belum melakukan kontrak ulang dengan PPJP (perusahaan penyedia jasa pekerja) karena kontrak berakhir bulan ini.

Baca:  Kocok Ulang Pimpinan DPRD Gresik Mulai Bergulir

“Sedang proses revisi untuk MoU dengan PPJP. Kalau masalah Jamsostek, seluruh pekerja kita ikutkan melalui Jamsotek di Surabaya,”tegas Herlany.  Pihaknya siap menerima kedatangan Komisi D yang merencanakan sidak ke PT. Platinum Ceramics Industry pada pekan depan.

Beberapa waktu terakhir, DPRD Gresik gencar melakukan pemanggilan terhadap perusahaan yang terindikasi melakukan pelanggaran. Khususnya pelanggaran yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, fokus utama pemanggilan sebaian besar karena pelanggaran gaji karyawan. Sebagaimana di ketahui, banyak perusahaan di Gresik yang melakukan pelanggaran dengan membayar gaji karyawan dibawah UMK Gresik 2013. (gresiksatu/ edtr:adt)

Kata Pencarian:

Platinum Ceramics - Gresik Plant Kabupaten Gresik Jawa Timur (6),pemilik platinum keramik (3),lowongan kerja PT ASIA PLATINUM wringinanom (3),kasus pt platinum ceramics industry surabaya (2),pabrik keramik platinum wringinanom (1),pabrik keramik platinum (1),lowongan kerja PT ceramis platnum wiringanom gresik (1),loker Platinum Ceramics - Gresik Plant Kabupaten Gresik Jawa Timur (1),Kasus platinum keramik 2018 (1),kasus platinu (1),foto karyawan pt platinum investment (1),demo karyawan platinum (1),data karyawan platinum cramics wrungin anom (1),upah produksi pt platinum (1),berita pekerja di pt platinum ceramics industry (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *