Peristiwa

Pungli Perijinan Pabrik di Gresik, Kejari Periksa Saksi

Pungli Perijinan Pabrik di Gresik, Kejari Periksa Saksi. Kejaksaan Negeri (Kejari) Gresik kembali memeriksa terhadap pihak-pihak yang dianggap mengetahui dugaan pungli perizinan pendirian pabrik di Griyorejo, Gresik. Rabu (27/11/2013), Kejari memanggil dua saksi Anwar Agung pegawai  honorer di Bagian Hukum Pemkab Gresik dan seorang berinisial L, pekerja di perushaan swasta.

Anwar dan L dimintai keterangan sebagai saksi di ruang staf pidana khusus mulai pukul 9.00 Wib sampai pukul 13.30 Wib. Keduanya datang tanpa didampingi pengacara. Berbeda dengan Yusuf Wibisono (32), PNS mantan staf Badan Penanaman Modal dan Perizinan, yang telah ditetapkan tersangka dan gonta-ganti pengacara.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Gresik, Wahyudiono, mengatakan, ada dua saksi yang dimintai keterangan. “Saya belum mengetahui hasil pemeriksaan, berkas-berkas masih di anggota. Kedua saksi ini jenis kelamin laki-laki. Satu dari honorer, satunya lagi swasta berinisial L,” kata Wahyudiono, Rabu (27/11/2013).

Baca:  Kejari Gresik Selidiki Bancakan Proyek Dispendik

Pemanggilan kedua saksi pungli perijinan ini lanjutan dari pemanggilan Yusuf kemarin, Selasa (26/11/2013). Selama ini Tim Pidsus Kejari Gresik belum menyita barang bukti barang yang diduga sebagai pencucian uang.Tim hanya menyita sejumlah dokumen yang digunakan transaksi dan berkas pengiriman uang dari pengusaha.

 “Baru dokumen-dokumen yang kami sita. Barang bukti berupa barang dari saksi dan tersangka belum ada yang disita, sebab pengakuan dari Yusuf barang yang dimiliki hanya sepeda motor,” tambah Wahyudiono.

Wahyudiono mengaku pihaknya ekstra hati-hati menelusuri kasus ini. Keterangan Yusuf berbeda saat menjadi saksi dengan setelah menjadi tersangka. Terkait status Anwar Agung,  kata Wahyudiono, pihak Kejari Gresik belum bisa menjelaskan secara tegas. “Yang pasti ada dua tersangka dan bisa lebih, tergantung hasil penyelidikan dan keterangan saksi-saksi,”ujarnya.

Baca:  Korupsi Melanda Pemkab Gresik, Beberapa Pejabat dan Pegawai Diamankan

Dia memaparkan, kenapa Yusuf ini tidak segera mengembalikan uang yang diterimanya, padahal sebagai PNS aturannya dalam waktu 30 hari harus mengembalikan uang tersebut, tapi kenyataannya uang tersebut sudah dibagi-bagikan dan sempat dibelanjakan membeli mobil.

Kasus, pungutan liar di BPMP Kabupaten Gresik ini diduga berawal saat  Soehardjo Gondo, pengusaha persewaan pergudangan di Desa Cangkir, Driyorejo, yang hendak mengurus perizinan pendirian pabrik. Setela membayar ratusan juta kepada oknum pegawai bagian perizinan, tetapi izin pabrinya tidak juga keluar, sehingga ia melapor ke Bupati Gresi Sambari Halim. Hingga kini kasus itu ditangani Kejari Gresik.

Selanjutnya Anwar menyerahkan proses perizinan itu ke Yusuf sejak Desember 2012. Oleh Yusuf, berkas-berkas tersebut langsung diupayakan untuk diproses melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH). Yusuf menerima tranferan uang Rp 834 Juta dari Sutrisno, kemudian Anwar meminta Rp 220 Juta untuk beli mobil Daihatsu Xenia Rp 90 Juta. Karena berkas izin pendirian gudang tidak lekas selesai akhirnya Sutrisno lapor ke Bupati Gresik Sambari Halim Radianto dan dilanjutkan ke inspektorat. (surya)

Baca:  Warga Sumur Ber Blokir Jalur Pantura

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close