Uncategorized

PWNU Jatim Bantah Berpolitik Praktis di Pilgub Jatim 2013

PWNU Jatim Bantah Berpolitik Praktis di Pilgub Jatim 2013. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim membantah pihaknya telah melanggar khittah 1926 dengan merestui hanya satu kader NU sebagai calon gubernur (cagub) dalam pemilihan gubernur pilgub Jatim 2013.

Ikhtiar itu dilakukan justru untuk mengamankan suara warga nahdliyin agar tidak terpecah-belah. “Kami tahu kalau NU tidak boleh berpolitik praktis. Tapi kalau calon dari NU dibiarkan lebih dari satu, maka suara NU akan pecah,” kata Ketua PW LP Maarif NU Jatim, Dr Achmad Muzakki, dalam seminar bertajuk NU di Pusaran Pilgub Jatim di gedung SAC IAIN Sunan Ampel Surabaya, kemarin (17/12).

Ia mengemukakan hal itu mewakili Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah, yang berhalangan hadir. Seminar ini juga menampilkan KH Fahrur Rozi (sekretaris Forum Peduli Khittah NU/FPKNU), pengamat politik Unair Drs Priyatmoko, dan Ketua Gerakan Penyelamat NU/GPNU, M Khoirul Rijal.

Baca:  Nasib Khofiffah "Digantung" Oleh KPU Jatim

Disampaikan Muzakki, NU tidak sedang berpolitik praktis. Namun, NU ingin menyatukan warganya agar cagub NU di pilgub Jatim 2013 yang direstui para ulama dan tokoh baik
struktural maupun kultural bisa didukung bersama.

Cagub jatim itu yang ditawarkan kepada parpol berbasis nahdliyin seperti PKB, PKB, PKNU, dan sebagainya. “Jadi, NU Jatim tidak melanggar khittah 1926, karena kami hanya ingin menjaga NU tidak porakporanda dan dimanfaatkan orang lain,” paparnya.

Tentang adanya tokoh atau ulama NU yang mengatasnamakan khittah kemudian mendiskreditkan PWNU, ia yakin tokoh itu juga mewakili kepentingan kandidat lain.

Sementara itu, Ketua GPNU M Khoirul Rijal menyatakan, pihaknya tidak mempersoalkan NU untuk memunculkan satu nama di pilgub Jatim 2013. Tapi bila nama itu sudah muncul, maka harus dijaga agar bendera NU tidak digunakan dalam kampanye atau kepentingan pihak lain.

Baca:  Khofifah dan Bambang DH Berbicara Empat Mata

“Tidak salah warga NU memilih calon berbasiskan NU. Yang jadi masalah adalah elit NU yang dipilih untuk mengurus warga nahdliyin malah mencalonkan diri. Lantas kalau kalah, balik lagi ke NU. Itu namanya tak punya malu,” sindir Rijal. Menurut dia, rasa malu sangat penting untuk menumbuhkan sikap moral yang baik bagi NU. (radarsby.com/jpnn.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman