Peristiwa

Rame-rame Membongkar Kebobrokan Badan Perijinan Gresik

Rame-rame Membongkar Kebobrokan Badan Perijinan Gresik. Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Gresik rame digugat oleh para pelaku usaha yang merasa dirugikan. Para pelaku usaha tersebut adalah pengelola karaoke Yellow Fish dan PT Intan Ustrix. Badan Perijinan Gresik diadukan ke DPRD Gresik karena dianggap telah melakukan pungli dan memberikan janji palsu kepada pelaku usaha.

Pemilik karaoke Yellow Fish Hoky Trinova mengaku telah dimintai uang sebesar Rp 30 juta untuk mendapat izin mendirikan bangunan (IMB). Namun izin tak kunjung diterimanya bahkan penutupan paksa didapat. Kasus yang menimpa karaoke Yellow Fish menambah panjang daftar korban pungli dan pemerasan oleh Badan Perijinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Gresik.

“Pada saat saya melakukan pengurusan ijin usaha saya dari IMB tempat tinggal kemudian diubah menjadi IMB usaha, saya diminta untuk membayar biaya 20 juta,” Ujarnya sebagaimana dikutip dari Radar Gresik (20/3) Tak cukup itu saja, pihak BPPMD juga mengenakan denda sebesar 10 juta rupiah karena Hoky dinilai telat mengurus ijin usahanya dengan iming-iming usahanya aman dan tak akan diganggu.

Baca:  Istri Karyawan Petrokimia Gresik Laporkan Suami ke Kantor Polisi

“Saya juga disuruh bayar denda 10 juta, jadi totalnya 30 juta” katanya Sebelumnya, dalam hearing yang digelar Komisi A, Selasa (19/3), terkait pengaduandari pengelola rumah hiburan keluarga (RHU) karaokeYellowFish.

Berdasarkan data yang diserahkan oleh pengelola Yellow Fish ternyata sudah membayar retribusi ijin gangguan (HO). Kenyataannya, tidak diterbitkan HO maupun IMB untuk karaoke Yellow Fish sampai ditutup paksa oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Gresik karena tidak mengantongi ijin.

Baca:  Pungli Perijinan Pabrik di Gresik, Kejari Periksa Saksi

PT. Intan Ustrix juga pernah melakukan gugatan kepada BPPM Gresik karena persoalan buruknya pelayanan oleh Badan Perijinan Gresik. Sementara itu, Kabid Pengembangan Investasi BPPM Perijinan Gresik, Siti Mukhlisyatin yang mewakili Ketua BPPM Gresik, Agus Muallif menolak keras pernyataan Hoky yang menuduh pihaknya telah melakukan pungli. ”Tidak benar itu. Siapa yang menetapkan biaya sebesar itu. Kita transparan,”kilahnya.

Kegaduhan antara Hoky Trinova dan Siti  Mukhlisyatin dilerai oleh Ketua Komisi A, Jumanto yang memimpin rapat dengar pendapat tersebut. Dari penjelasan Hoky Trinova yang diombang-ammbingkan oleh DPPM Gresik ketika hendak mengurus perijinan usaha karaoke Yellow Fish, Komisi A sudah dapat menyimpulkan kalau kinerjanya DPPM Gresik tidak bagus.

Baca:  Begal Truk di Terjang 4 Timah Panas di Gresik, Tewas Seketika

“Kinerja pelayanan di Badan Perijinan Gresik dan Penanaman Modal memang buruk. Kejadian ini, harus menjadi yang pertama dan terakhir,” ujar Ketua Komisi A DPRD Gresik Jumanto.

Ditambahkan Jumanto, kalau pelayanan BPPM Gresik tidak bagus, maka investasi di Gresik akan macet. Padahal, Pemkab Gresik berharap banyak investasi yang masuk. “Komisi A meminta Badan Perijinan Gresik harus segera memberikan keputusan yang jelas pada pengelola RHU karaoke Yellow Fish. Kalau pengajuan ijinnya ditolak, maka uang retribusi yang sudah dipungut wajib dikembalikan,” ungkapnya. (Radar Gresik/Berita Jatim edtr:abah laduni)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman