Home » Uncategorized » Ribuan Ruas Jalan di Surabaya Mengalami Kerusakan
jalan rusak surabaya
SP/Iwan Heriyanto

Ribuan Ruas Jalan di Surabaya Mengalami Kerusakan

jalan rusak surabaya
SP/Iwan Heriyanto

Ribuan Ruas Jalan di Surabaya Rusak. Kondisi ini tentu membahayakan para pengguna jalan di Surabaya. Berdasarkan data DPRD Surabaya, ada sekitar 1.374 ruas jalan di seluruh Surabaya saat ini mengalami kerusakan, baik ringan maupun berat dan membutuhkan perbaikan.

Simon Lekatompessy Wakil Ketua Komisi C DPRD Surabaya mengatakan, berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bapekko) Surabaya, terdapat 11.021 ruas jalan di Surabaya. Dari jumlah tersebut sebanyak 9.632 ruas jalan yang masih layak, 1.374 ruas jalan mengalami kerusakan.

Sedangkan, dari total 2.366 ruas jalan, wilayah Surabaya Barat paling parah kerusakannya, yaitu 412 ruas jalan. Sedangkan yang paling minim kerusakan adalah ruas jalan di Surabaya Pusat, yang mengalami kerusakan hanya 159 ruas jalan.

Menurutnya, jalan rusak yang terlihat belakangan di antaranya di Jl Tembaan, Jl Pahlawan, Dharma Husada, Manyar Kertoarjo, dan Jl Gresik, kini sudah meluas ke Jl Kalianak, Margomulyo, Jl Tanjungsari, Jl Ngagel Jaya Selatan, Jl HR Muhammad, Jl. Raya Wiyung, Jl Raya Mastrip, Jl Mayjen Sungkono, Jl Jemursari, Jl. Jemur Handayani dan beberapa ruas jalan lainnya.

Beberapa hari terakhir, lanjutnya, saat dia berangkat menuju kantor DPRD Surabaya di Jl Yos Sudarso dari kawasan Sidoresmo sering terjebak kemacetan di sekitar Kebun Bibit Bratang. Penyebab kemacetannya ternyat aspal jalan di Jl Ngagel Jaya Selatan dekat Kebun Bibit itu mrotoli. Padahal, aspalnya masih baru sekitar beberapa hari.

Baca:  Parade Budaya dan Seribu Bunga Surabaya Heboh dan Semarak

Menurutnya, rusaknya aspal jalan yang masih baru itu dimungkinkan aspal jalan belum padat, tapi sudah kena hujan deras. Akibatnya, pasir di jalanan semburat dan konsisi badan jalannya menjadi rusak dan berlubang-lubang.

Kerusakan jalan tersebut, lanjutnya, akibat dari kinerja Pemkot yang tidak paham soal dunia aspal. Sejak aspal muncul semua ahli teknik tahu bahwa musuh aspal adalah air atau air hujan. Tapi, kenapa Pemkot mengaspal jalan pada musim hujan seperti sekarang ini. Jadi, begitu jalan yang rusak ditimpuk aspal dan aspalnya langsung digenangi air, maka aspalnya mrotoli semuanya. “Itu yang mestinya dipahami Pemkot, jangan asal mengaspal jalan tanpa melihat risikonya,” jelas dia.

Atas kondisi itu, lanjutnya, APBD Surabaya 2013 yang baru disahkan DPRD Surabaya akhir Desember 2012 lalu sudah seharunsya digunakan Pemkot Surabaya untuk perbaikan jalan jalan rusak tersebut.

Agus Santoso, Anggota Komisi C DPRD Surabaya menambahkan, Jl Kalianak yang setiap hari dilewati truk besar kondisinya kini tambah bergelombang dan berlubang-lubang. Kalau kondisi ini dibiarkan, maka kemacetan akan sering terjadi di kawasan tersebut.

Baca:  Penjual Jus Surabaya Tiduri Anak SMP 7 Kali Sekali Ketemu

Bila kemacetan tak terhindarkan, lanjutnya, maka warga kota selaku pengguna jalan yang dirugikannya, sebab bahan bakar kendaraan terus terbakar dari kendaraan yang lewat di sana, sementara roda perekonomian juga terhambat karenanya. Mengingat, Jl Kalianak merupakan jalan provinsi yang setiap hari dilalui kontainer dan truk besar yang mengangkut sembako dan barang perdagangan lainnya.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Sachiroel Alim mengatakan, memang sekarang banyak jalan rusak. Selain di Jl Tembaan dan Jl Gresik masih banyak jalan rusak lainnya. Berdasarkan catatan komisi C, di Surabaya memiliki jalan rusak yang cukup banyak, tapi beluam dilakukan penanganan sama sekali.

Anehnya, kata dia, Pemkot tampak santai menyikapi kondisi ini. Padahal pada 2012 lalu anggaran pembangunan dan perbaikan jalan di Surabaya cukup tinggi, yakni sekitar Rp 200 miliar.

Menyikapi hal ini Kepala Sub Bagian Jalan dan Jembatan di Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Surabaya, Henry Sinurat mengatakan, Pemkot saat ini tengah melakukan survei di kawasan jalan rusak dan perbaikan jalan rusak terus dikebut.

Pihaknya juga masih membahas lagi karena perbaikan jalan rusak tidak bisa hanya menghaluskan aspalnya saja, tapi juga harus membangun saluran airnya. Konsep itu dilakukan untuk mengantisipasi volume hujan yang tinggi dan berujung pada kebanjiran.

Baca:  Ribuan Honorer Pemkot Surabaya Segera Diangkat CPNS

Dinasnya juga sedang membahas masalah tersebut dengan provinsi karena di Surabaya banyak jalan milik provinsi. Di antaranya terkait dengan pembangunan jalan rusak di Jl Tembaan, Jl Kalianak dan Jl Gresik. Sedangkan Jl Margomulyo masih dikuasai pengembang. “Ini perlu proses sinergis,” katanya.

Sedangkan Kepala Bapekko Surabaya, Hendro Gunawan mengatakan, pihaknya terus melakukan perbaikan terhadap ruas jalan yang rusak. Meski hanya dengan melakukan tambal sulam untuk beberapa ruas yang berlubang. ”Tahun ini sudah kami anggaran untuk perbaikan. Hanya saya lupa nilainya. Yang pasti proyek ini tetap jadi perhatian kami,” ujarnya.

Perbaikan jalan rusak pada APBD  tahun 2013 ini dianggarkan dana sekitar Rp 200 miliar. Anggaran tersebut  mencakup pembiayaan untuk rehabalitasi, pemeliharaan, pembangunan jembatan dan pembangungan jalan baru.

Sementara, untuk menjaga agar tak cepat rusak, beberapa ruas jalan, kata Hendro, pihaknya membuat konstruksi jalan dengan beton. Agar kerusakan jalan dapat diantispasi. “Beberapa ruas memang kami siasati dengan konstruksi jalan yang di cor beton. Misalnya ke TPA (Tempat Pembuatan Akhir) Benowo, jalan itu kami beton untuk minimalisir kerusakan,” terangnya.(pur/surabayapost)

Kata Pencarian:

kerusakan jalan beton di surabaya (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *