Nasional

Rakyat Makin Cerdas, Rizieq Masih Jualan isu SARA

Rakyat Makin Cerdas, Rizieq Masih Jualan isu SARA. Para ulama, habib, dan tokoh yang tergabung dalam Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah meluncurkan Konvensi Calon Gubernur Muslim guna menghadapi calon gubernur, termasuk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dalam ajang Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Konvensi Gubernur Muslim dimaksudkan untuk mengikhtiarkan sepasang calon gubernur dan wakil gubernur Muslim untuk berlaga head to head melawan Ahok,” kata Ketua Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah Habib Rizieq di Jakarta, Jumat (26/2).

Menurut Rizieq, Majelis Tinggi mengatakan, pihaknya mengupayakan satu barisan guna menandingi Ahok dalam ajang pemilihan gubernur di Jakarta.

”Manakala ada beberapa calon yang akan maju, maka tugas Majelis Tinggi untuk melakukan pendekatan dan mengajak musyawarah supaya hanya satu pasangan yang maju dalam Pilgub 2017,” kata dia.

Baca:  Di Tahanan, Nyawa Pak Dahlan Iskan Dalam Bahaya

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu juga menyerukan kepada seluruh pihak untuk bisa bekerja sama dan bahu membahu dalam rangka mewujudkan cita-cita bersama serta selalu mendukung program para ulama.

“Insya Allah, Allah akan memberkahi kita dan memenangkan perjuangan kita,” ujar dia.

Pendaftaran konvensi itu sendiri dibuka pada 26 Februari-10 Maret 2016 di Sekretariat Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah, Jalan Kalibata Tengah Nomor 3A, Jakarta Selatan.

Para calon peserta harus memenuhi sejumlah syarat dan kriteria sebagai calon gubernur yang telah ditentukan oleh para ulama, habib, ustaz, dan tokoh DKI Jakarta.

Ketua Dewan Pemilih KH Fachrurrozi Ishaq mengatakan, terdapat 11 syarat calon peserta konvensi. Di antara syarat itu adalah laki-laki, Muslim, berakal, sehat jasmani dan rohani, alim, visioner, dan berpihak kepada kaum lemah.

Baca:  Saldi Isra Terpilih Sebagai Hakim MK, Pengganti Patrialis?

Syarat berikutnya, calon memiliki rekam jejak tak pernah mencela dan memusuhi Islam dan umatnya, bersedia menerima program yang ditawarkan Majelis Tinggi atau Dewan Pemilih, serta siap mendukung dan menjadi juru kampanye calon lain yang terpilih nantinya.

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menegaskan, sudah tidak zamannya lagi diskriminatif terhadap calon gubenur (cagub) nonmuslim.

“Saya kira sudah gak zaman ya, pendiri negara ini sudah menetapkan dasar Pancasila dan UUD 1945, empat pilar kok,” katanya, selepas meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Amir Hamzah, di Jalan Tambak I, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2016).

Sebelumnya, pendiri Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab (Habib Rizieq) melarang umat Islam yang tinggal di Jakarta memberikan dukungan fotokopi KTP bagi cagub nonmuslim sebagai syarat maju dalam Pilkada DKI 2017 lewat jalur independen.

Baca:  Profil Bahrun Naim, Pemimpin Teror Jakarta yang Brutal

“Mengingatkan agar umat Islam Jakarta tidak memberikan fotokopi dukungan kepada calon nonmuslim,” kata Rizieq, saat peluncuran konvensi Cagub Muslim DKI Jakarta oleh Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah, di Masjid Al-Azhar Jakarta, Kamis (25/2/2016).

Ahok pun menyayangkan digelarnya konvensi tersebut. Meski begitu dia hanya bisa membiarkan karena bebasnya sistem demokrasi yang berlaku di Indonesia.

“Bagaimana sih ada konvensi gubernur kok pakai bedain agama, itu karena kita di alam demokrasi saja, jadi kita biarin,” ujarnya.

 

ANTARA | POSKOTA

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman