Home » Gresik » Pendidikan Gresik » RSBI di Gresik Hilang, Harapan Pendidikan Tanpa Diskriminasi
rsbi di gresik
merdeka.com

RSBI di Gresik Hilang, Harapan Pendidikan Tanpa Diskriminasi

merdeka.com
merdeka.com

RSBI di Gresik Hilang Harapan Pendidikan Tanpa Diskriminasi. Pasca putusan mahkamah konstitusi yang membubarkan RSBI karena dianggap diskriminatif dan menjadi ladang pugutan liar, Seluruh RSBI di berbagai kota otomatis kehilangan status RSBI. Begitu juga sekolah RSBI di Gresik yang jumlahnya mencapai 8 sekolah.

Data diknas pendidikan menyebutkan delapan sekolah RSBI di Gresik terdiri tingkat SD dimiliki SDN 1 Petrokimia Gresik. Sementara SMP ada tiga sekolah masing-masing SMP Negeri 1 Gresik, SMP Negeri 1 Kedamean, dan SMP Muhamadiyah 12 GKB. Begitu juga tingkat SMA ada tiga yakni SMA Negeri 1 Gresik, SMA Negeri 1 Manyar, dan SMA Muhamadiyah 1 Gresik. Terakhir SMK 1 Cerme tercatat masuk dalam kategori RSBI.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Nadlif menegaskan, RSBI di Gresik hanya masalah predikat, bukan sistem. Itu artinya, ketika predikat dihilangkan sistem pendidikan tetap jalan terus. Kegiatan belajar tidak dibubarkan terkait putsan MK. “Beda lagi kalau yang dibubarkan itu sistem pendidikannya. Ini hanya predikatnya saja. Kami sampaikan kepada kepala sekolah penyandang RSBI untuk tidak khawatir,” kata Nadlif sebagaimana dikutip gresik.co dari Radar Gresik.

Baca:  Pemkab Gresik Akan Bangun Akademi Komunitas Negeri

Sementara itu, wakil Bupati Drs Moh Qosim menyikapi putusan MK tersebut disela-sela acara serah terima jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Gresik, Rabu (9/1). “RSBI di Gresik tak penting yang penting adalah kwalitas pendidikan. Untuk meningkatkan kwalitas pendidikan di butuhkan pro aktif dan kesoliditasan para pimpinan di jajaran Dinas Pendidikan,” tukas.

Untuk itu, Wabup Moh Qosim meminta seluruh kepala UPT dan kepala Sekolah hendaknya terus berkoordinasi dan pro aktif  dalam menciptakan inovasi di dunia pendidikan.  “Guna memajukan dunia pendidikan di butuhkan pimpinan yang proaktif. Pimpinan atau kepala sekolah harus bisa berinovasi. Sedang Pemkab Gresik akan mem-back Up seluruh kebutuhan sekolah. Jangan takut untuk mengajukan permohonan dana. Selagi untuk kepentingan pendidikan, saya bersama bupati akan mengawalnya hingga tercapai apa yang di inginkan,”tegasnya.

Baca:  Konjen Amerika Terkesan Nasi Krawu dan Tawarkan Beasiswa

Hilangnya status RSBI di Gresik juga disikapi positif oleh Ketua Dewan Pendidikan Gresik, Nurfakih menyebut, sejak awal pembentukan RSBI sudah
bermasalah . Sebab, program ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Beberapa waktu lalu Dewan Pendidikan pernah mengusulkan untuk
dilakuan audit atas keuangan penyelenggaran pendidikan.

“Terlepas dari kebutuhan RSBI mendesak atau tidak, dengan pembubaran ini kami setuju. Ketika RSBI muncul banyak temuan penyimpangan penggunaan maupun pengelolaan dana RSBI juga kerap bermunculan,” terang Nurfakih. Sementara itu Rina Damayanti, Aktifis Aliansi Perlindungan Pendidikan Anak (APPA) mengaku bersyukur saat mendengar kabar RSBI dibubarkan MK. Selama ini dia menganggap RSBI lebih banyak mudharat dibanding manfaat.

“RSBI itu hanyalah simbol saja. Karena sebagian masyarakat kita masih banyak yang terpaku pada simbol-simbol yang ada di pendidikan kita,” kata dia. Dikatakan, RSBI itu standarnya juga tidak jelas. Salah satunya adalah mengenai penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar dalam RSBI. Itu merupakan sesuatu yang menjadi nilai jual bagi RSBI, tapi sebenarnya tidak boleh.

Baca:  Pencairan TPP Guru di Gresik dan Jawa Timur Dipastikan Telat

Baik Rina maupun Nurfakih berharap setelah pembubaran RSBI ini, Dinas Pendidikan Gresik mencari solusi untuk mempertahankan kualitas pendidikan di Gresik. Sebab, dengan dicabutnya satatus RSBI di Gresik akan berpengaruh terhadap psikologi siswa dan jajaran pengajar. Dengan di cabutnya status RSBI di Gresik masyarakat berharap pendidikan berkualitas dan bermutu bisa dirasakan semua kalangan. (radargresik/gresiksatu, edtr:anang)

Suarakan Pendapatmu

comments

2 comments

  1. Setelah tidak adanya RSBI/ SBI yang paling penting kiranya biaya pendidikan semakin terjangkau dan mutu pendidikan dipertahankan kalo bisa dinaikkan.

    Fakta Nilai tertinggi SD di Gresik kemarin justru SD di Daerah pinggiran SDN Kedanyang. Ini berarti biaya mahal bukan satu-satunya ukuran suksesnya pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *