Home » Tips Kesehatan » Rutin USG Bisa Mencegah Resiko Bayi Cacat Lahir
mencegah cacat bayi

Rutin USG Bisa Mencegah Resiko Bayi Cacat Lahir

Rutin USG Bisa Mencegah Resiko Bayi Cacat Lahir. Kasus bayi dengan cacat lahir akibat cacat bawaan dapat ditekan jika ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan ultrasonografi atau USG. Melalui pemeriksaan USG, perkembangan janin dapat dikontrol sehingga bila terjadi kelainan pada janin, maka tenaga medis dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan.

Meskipun ultrasonografi perlu rutin dan berkala dilakukan saat kehamilan, namun masih banyak yang beranggapan melakukan USG terlalu sering akan menimbulkan efek negatif bagi kandungan. Sebaliknya, Nurwansyah mengatakan, gelombang yang dihasilkan dari USG aman karena tidak berefek radiasi. USG pun tidak memiliki efek negatif bagi janin.

mencegah cacat bayiSebagaimana dikatakan oleh dokter spesialis kebidanan Rumah Sakit Premier Bintaro dr. Nurwansyah, Sp.OG , USG sebaiknya dilakukan secara berkala. ultrasonografi yang rutin dan berkala akan memberikan keuntungan yaitu dapat lebih cepat tahu jika ada kelainan pada janin.

Baca:  Operasi Mempercantik Vagina Trend Baru Kalangan Perempuan Kota

“Idealnya USG dilakukan setiap bulan, namun setidaknya ultrasonografi dilakukan 4 kali selama masa kehamilan,” ungkap Nurwansyah dalam Seminar Dokter yang bertajuk “Updates In Maternal – Fetal Medicine” di Tangerang, Sabtu (6/4/2013).

Prinsip ultrasonografi yaitu menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak dapat didengar oleh telinga. Beberapa studi internasional tentang USG belum ada yang menunjukkan dampak negatif pemeriksaan USG pada kehamilan. Sedangkan menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), USG baru berakibat negatif jika telah dilakukan sebanyak 400 kali.

Ultrasonografi menurut Nurwansyah wajib dilakukan antara lain pada 2 minggu pertama kehamilan  untuk memastikan kehamilan normal berada di dalam rahim. Selanjutnya, USG dilakukan satu buan kemudian untuk menentukan kondisi bayi untuk mengetahui adan tidakya kelainan atau cacat bawaan, seperti penebalan kulit tengkuk. Pemeriksaan USG idealnya terus dilakukan setiap bulan untuk mengikuti perkembangan janin.

Baca:  Mengasah Otak Anak Agar Berkembang Optimal

Nurwansyah memaparkan, ultrasonografi memiliki tiga tingkatan. ultrasonografi tingkat pertama yaitu hanya sebatas skrining. ultrasonografi skrining dapat dilakukan oleh tenaga medis, meski bukan dokter, asal telah mendapatkan sertifikasi, seperti bidan. ultrasonografi tingkat kedua sudah dapat menentukan kesehatan organ-organ janin seperti ginjal atau jantung. Sedangkan ultrasonografi tingkat tiga sudah dapat menentukan hingga pada kelainan-kelainan yang lebih mendetail.

“ultrasonografi pun memiliki beberapa jenis dimensi. Untuk mendeteksi awal adanya kelainan harus digunakan ultrasonografi tipe 2D, sedangkan untuk 3D dan 4D digunakan untuk melihat keseluruhan dari cacat bila ditemukan,” tutur Nurwansyah.

Kendati USG efektif untuk mendeteksi kelainan, menurut Nurwansyah, yang paling penting lagi adalah “man behind the gun” atau tenaga medis yang melakukan pemeriksaan USG. “Karena dia lah yang mendiagnosa jika terjadi kelainan pada janin. Maka dia pula yang menentukan apabila harus dilakukan tindakan selanjutnya,” pungkasnya.

Baca:  Kenali Jenis Vitamin dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Dari paparan tersebut, terlihat bahwa deteksi dini melalui ultrasonografi sangat bermafaat bagi ibu dan bayinya. Sebab upaya pencegahan jauh lebih bermanfaat jika dilakukan sejak dini sehingga buah hati anda akan tumbuh sehat. (edtr:abah, sumber:Kompas)

Kata Pencarian:

Apakah usg dapat mengetahui keadaan bayi cacat atau tidak (1),hasil usg bayi cacat (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

One comment

  1. Rutin USG mungkin tidak masalah untuk kota-kota besar, bagaimana dengan daerah-daerah? khususnya daerah terpencil? Jangankan USG tenaga medis untuk kebidanan saja masih sangat minim, sehingga angka kematian bayi di daerah tersebut cukup tinggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *