Home » Hukum dan Kriminal » KPK Tangkap Kakak dan Pengacara Saipul Jamil Terkait Suap Kasus Cabul?

KPK Tangkap Kakak dan Pengacara Saipul Jamil Terkait Suap Kasus Cabul?

Pengacara dan kakak Saipul Jamil ditangkap KPK terkait suap kasus cabu?. KPK menangkap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) berinisil R yang diduga menerima uang suap. Duit itu diduga terkait dengan perkara pencabulan Saipul Jamil.

Hal itu dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan. “Iya (terkait perkara Saipul Jamil),” ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/6/2016).

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan bahwa yang ditangkap KPK adalah seorang panitera dan seorang pengacara. Namun Saut tidak merinci nama keduanya.

Dari informasi yang dihimpun, uang Rp 350 juta merupakan pemberian kepada panitera tersebut untuk pengurusan suatu perkara.

Salah satu pengacara Saipul Jamil, Nazarudin Lubis mengaku belum tahu pasti siapa anggota timnya yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi terkait dugaan suap.

Baca:  Caleg Gagal Otak Pembacok Cabup Lamongan?

Ia hanya mendapat kabar tersebut dari Muhammad Soleh Kawi, kakak tertua Ipul. Dalam perbincangan melalui telepon itu, Soleh mengatakan kepada Nazarudin bahwa, Samsul yang juga merupakan kakak kandung Ipul turut ditangkap oleh KPK.

“Saya hanya dapat kabar dari Soleh jam 1 siang, bahwa Samsul yang ditangkap. Udah gitu aja. Selebihnya saya jarang, pokoknya saya materi hukum saja,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa Samsul merupakan kakak kandung dari sang pedangdut. “Iya,” tegasnya.

Sementara, tim pengacara lain sampai saat ini menurutnya masih belum bisa dihubungi. Berta serta Kasman Sangaji disebutnya belum menjawab teleponya sejak tadi.

“Susah dihubungi, belum ada kabar. Coba besok saya konfirmasi,” tukasnya.

Baca:  Waspada!, Jangan Ketipu Beli Mobil Curian di Surabaya

KPK melakukan tangkap tangan atas dugaan suap yang dilakukan Panitera Pengadilan Jakarta Utara. Kabarnya, ia ditangkap bersama seorang pengacara terkait kasus Saipul Jamil.

Ipul dituntut JPU dengan hukuman 7 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta. JPU menuntut berdasarkan Pasal 82 Undang-Undang Perlindungan Anak.

Ketua Majelis Hakim, Ifa Sudewi menyatakan bahwa Ipul terbukti bersalah atas pelecehan terhadap korban. Namun, ia hanya dijatuhi vonis 3 tahun penjara. Itupun berdasarkan ketentuan Pasal 292 KUHP.

 

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *