Uncategorized

Sapi Perah Jatim Bertambah 29.000 Ekor Impor dari Australia

sapi perah jatimSapi Perah Jatim Bertambah 29.000 Ekor Impor dari Australia. Untuk memenuhi kebutuhan susu sapi, Pemprov Jawa Timur tahun ini mendatangkan sebanyak 29 ribu ekor sapi perah Jatim dari Australia. Total investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 870 miliar atau harga per ekornya sekitar Rp 30 juta. Demikian diungkapkan Budi Setiawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim, Rabu (23/1).

Budi mengatakan, kedatangan 29 ribu ekor sapi perah Jatim ini dilakukan secara bertahap. “Setiap bulan selalu ada yang datang, dan Desember mendatang direncanakan sudah datang semua,” kata dia. Lebih lanjut Budi mengatakan, sapi-sapi perah dari Australia itu diangkut dengan peswat cargo udara Malaysia Airline.

Baca:  Darin Mumtazah Dipanggil "Mama" Oleh Luthfi Hasan

Penggunaan maskapai ini karena tidak ada pesawat kargo lokal yang khusus mengangkut sapi. “Pesawat yang mengangkut sapi ini mendarat di Bandara Juanda kemudian hewan ternaik ini langsung dikarantina di Malang untuk penyesuaian iklim,” jelas dia.

Sapi perah Jatim yang diimpor itu, kata Budi sudah siap produksi. Di negara asal, sapi-sapi tersebut bisa memproduksi 25 liter susu tiap harinya. Namun, di Jatim mungkin tidak sebanyaknya itu karena ada perbedaan cuaca. “Untuk sapi perah yang ada sekarang, rata-rata produksinya 15 liter per harinya,” jelas dia.

Menurut Budi, jika sapi itu datang semuanya maka produksi susu di Jatim akan melimpah dan bisa diekspor. Sekarang ini kebutuhan susu untuk industri sekitar 1.600 ton per harinya. Namun produksi yang ada sekarang baru mencapai 950 ton per hari sehingga masih kekurangan 650 ton per hari.

Baca:  PKNU Jatim Masih Dilema Dukung Kandidat Pilgub Jatim

“Jika 29 ribu sapi perah Jatim itu datang semua dengan ratarata produksi 15 liter per hari, maka pada tahun 2014 akan ada tambahan produksi sekitar 435 ton per hari. Dengan demikian kekurangannya tinggal 215 ton per hari untuk memenuhi kebutuhan susu di Jatim,” papar dia.

Dijelaskan dia, sekarang ini ada 22 industri pengolahan susu di Jatim. Terbaru adalah PT Indolacto yang membutuhkan susu sebanyak 300 ton per hari dan masih terpenuhi 200 ton. Ini berarti kekurangan susu sapi akan terus bertambah jika tidak segera dilakukan impor atau budidaya sendiri dengan sistem inseminasi buatan.

Misalnya, pejantan impor dari Australia dikawinkan dengan sapi perah Jatim yang ada sekarang. Budi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan susu untuk industri dan rumah tangga, diperlukan sekitar 300 ribu ekor sapi. Yang ada sekarang sekitar 192 ribu ekor. Ditambah impor tahun ini sebanyak 29 ribu ekor, menjadi 221 ribu ekor.

Baca:  UMP Jatim Kemungkinan Ada Dikisaran 1,8 Juta

Selama ini kekurangan susu itu diimpor dari Australia, Swiss, dan Selandia Baru dalam bentuk susu bubuk. Jatim berusaha mengurangi impor susu sapi dengan mengimpor sapi perah. (za/hen/jpnn.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman