Uncategorized

Sawah Ratusan Hektar di Tuban Terendam Banjir

Sawah Ratusan Hektar di Tuban Terendam Banjir. Ratusan hektare sawah padi di sejumlah kecamatan Kabupaten Tuban, dan Bojonegoro, Jawa Timur, terancam gagal panen akibat terendam air banjir luapan Bengawan Solo sejak Sabtu.

Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Tirto Tinoto, Desa Karangtinoto, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban Kasadi, Minggu, di Tuban, mengatakan, banjir luapan Bengawan Solo mulai menenggelamkan tanaman padi di Desa Karantinoto, Sawahan, Ngadirejo, Kanorejo dan Sawahan, sejak sehari lalu.

Di Desa Karantinoto, tanaman padi yang terendam air banjir seluas 250 hektare. Padahal sebagian besar sudah berbuah dengan usia sekitar 70 hari. “Di desa-desa lainnya hanya sebagian kecil petani yang menanam padi, sebab daerahnya rendah,” kata Tirto.

Baca:  Perpustakaan Umum Tuban Jadi Tempat Kencan Remaja

Ia menjelaskan tanaman yang sudah berbuah kalau terendam air banjir terlalu lama, kualitasnya akan menurun bahkan bisa gagal panen. “Kalau genangan banjir berlangsung lama jelas tanaman padi daerah kami akan gagal panen,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, sebagian petani di Desa Karangtinoto, ada yang memanen paksa tanaman padinya dengan risiko produksi dan kualitasnya menurun. “Seperti tanaman padi milik Sutijan yang luasnya sekitar satu hektare, dipanen paksa, padahal normalnya masih 10 hari lagi,” kata Tirto.

Selain merendam tanaman padi, genangan banjir luapan Bengawan Solo, juga merendam jalan desa di sejumlah lokasi. Meski demikian, kendaraan bermotor masih bisa lewat, karena genangan air banjir di jalan raya maksimal hanya sekitar 30 centimeter.

Seorang warga di Kecamatan Kanor, Bojonegoro Nurcholis, menjelaskan sejumlah petani di Desa Piyak, Kecamatan Kanor, Bojonegoro, yang tanaman padinya terendam air banjir juga dipanen paksa.

Baca:  Anggaran Pendidikan Surabaya 2013 Diatas 20% APBD

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, tanaman padi di Desa Piyak, Semambung, Cangaan dan Kabalan, Kecamatan Kanor, yang terendam air banjir seluas 48 hektare. Selain itu, genangan air banjir juga merendam tanaman padi sejumlah di desa di Kecamatan Baureno, Dander dan Trucuk.

“Tanaman padi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo di Bojonegoro sebagian besar sudah dipanen, sehingga selamat dari banjir,” kata Kepala Dinas Pertanian Bojonegoro Akhmad Djupari.

ANTARA

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman