Pendidikan Gresik

SDN Indro di Gresik Minta Uang Gedung Rp 900 Ribu

Berita Gresik

Gresik– Seperti diduga sebelumnya Surat Edaran Bupati Gresik nomor 420/ 958/437.12/2012 tentang  Larangan Menarik Biaya Tambahan Daftar Ulang hanya menjadi macan ompong. Buktinya, sejumlah sekolah negeri masih nekat memungut biaya dengan berbagai dalih.

Salahsatunya SDN Indro di Kelurahan Indro Kecamatan Kebomas. Pungutan di SDN Indro terungkap  setelah salahsatu wali murid melaporkan pungutan itu kepada LSM APPA (Aliansi Peduli Pendidkan Anak) Gresik.

Wali murid itu menyebutkan, sebelum masuk sekolah dirinya diminta membayar dana investasi sebesar Rp 900.000. Sebelumnya, dia juga diminta mengganti biaya daftar ulang untuk membeli perlengkapan sekolah sebesar Rp 693.500 pada tanggal 2 Juli 2012.

“Tidak berhenti disini, seluruh orang tua wali murid dalam waktu dekat akan dikumpulkan kepala sekolah. Intinya, kami akan ditarik lagi dana investasi atau danasosialisasi,” kata wali murid yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan.

Baca:  Kades Kedanyang Gresik Dinyatakan Tidak Bersalah

Dijelaskan, semua orang tua dikumpulkan di kelas yang dihadiri para guru dan Kepala Sekolah SDN Indro. “Kepala sekolahnya Sumadi dan guru-guru bilang bahwa yang diterima ada tambahan lagi setelah ini,” ujarnya.

Ditambahkan, karena penasaran, sejumlah wali murid bertanya pada Kepala Sekolah dan guru berapa biaya lainnya. “Mereka bilang seperti tahun lalu para murid yang baru naik kelas II sekarang dulunya kena biaya Rp 700 ribu,” tambahnya.

Menurut dia, guru atau petugas TU yang menerima pembayaran dari semua orang tua mengatakan bahwa ini memang  harus dibayar. “Bagi yang masuk normal kena Rp 800 ribu sedangkan bagi siswa cadangan
kena Rp 900 ribu diluar biaya perlengkapan sekolah, tapi saya banyak lihat bahwa orang tua siswa kelas 1 lainnya telah nitipkan sebesar Rp 300 ribu sisanya diangsur” ujarnya.

Baca:  Kejari Gresik Loyo, PMII Gresik Kado Tikus Putih

Lebih lanjut wali murid tersebut menuturkan bahwa dirinya memang belum menitipkan uang tersebut pada sekolah karena dia tahu bahwa uang pembangunan sekolah sudah ada anggaran dari pemerintah pusat  maupun daerah. “Kan ini sekolah negeri bukan swasta, jadi harus tahu aturan dong,” katanya tegas.

Saat ditanya apakah orang tua wali murid berani untuk membuat pernyataan bahwa ada tarikan. “Saya siap bila Kepala Dinas Pendidikan Bu Wanda bicara dengan saya. Namun jangan saya yang disuruh ke Dinas
nanti ketahuan orang tua siapa.

Kasihan anak saya tidak sekolah karena dimusuhi,” pungkasnya. Sementara itu, para guru SDN Indro  memilih tutup mulut saat ditanya tentang biaya investasi atau biaya sosialisasi ini. “Kami hanya guru, tidak berwenang menjelaskan tunggu kepala sekolahnya saja Mas yang sedang pergi ziarah wali Songo,” kata beberapa guru kompak sambil berusaha menghindar pertanyaan lanjutan.

Baca:  Jokowi Beri Penghargaan 6 Sekolah di Gresik

Saat ditanyakan lagi, para guru tersebut meminta agar melaporkan sekolah tersebut ke Dinas Pendidikan  Gresik. “Lapor saja ke dinas pendidikan,” kata seorang guru yang tidak mau menyebutkan namanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Gresik Abdul Munif saat dihubungi dirinya mengatakan akan segera mengecek SD Indro. “Ini saya lagi keliling di sekolah Kecamatan kebomas untuk melihat pelaksanaan MOS, nanti saya datangi SD Indro untuk mencari tahu kebenaran tersebut,” kata Munif. (san/ris) Dikutip dari Berita Radar Gresik

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close