Home » Uncategorized » Sekolah di Surabaya Tidak Siap Terapkan Kurikulum Baru
sekolah surabaya

Sekolah di Surabaya Tidak Siap Terapkan Kurikulum Baru

Sekolah di Surabaya Tidak Siap Terapkan Kurikulum Baru. Sejumlah sekolah di Surabaya gemas dengan sikap pemerintah dalam penerapan kurikulum baru. Sebab, hingga saat ini buku babon atau silabus belum sampai di sekolah percontohan.

Kondisi ini membuat sekolah-sekolah percontohan semakin pesimistis dalam menggunakan kurikulum baru. Sebab, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI tidak pernah menepati janji yang diberikan.

Di antaranya, silabus akan tersedia sebelum waktu penerapan kurikulum baru. “Sampai saat ini belum ada buku silabus. Kalau seperti ini harapan untuk berhasil sangat sulit,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) Anita Diah Anggriani, kemarin.

Menurut Anita, Smamda sebagai sekolah percontohan kurikulum baru tidak bisa berbuat banyak. Transfer pengetahuan dari guru yang telah dibina pemerintah juga tidak bisa dilakukan, karena pedoman penting seperti buku-buku tidak ada. Dengan begitu, Smamda tidak berani memanggil guru-guru secara keseluruhan.

Baca:  Tembakau Impor Dilarang Masuk Jawa Timur

Sekolah, kata Anita, hanya bisa melihat internet sebagai bahan untuk mendapatkan wawasan. Namun, persoalan itu tidak bisa dijadikan pegangan
utuh. Sebab, buku pedoman harus jadi pedoman utama. “Kami tidak bisa transfer pengetahuan. Pedoman tidak ada. Apa yang akan kami bicarakan jika ketemu,” katanya

Kepala SMA Barunawati Achmad Samian mengatakan, pihaknya tidak bisa mengikuti kurikulum baru. Mereka tetap memakai kurikulum lama, yakni kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada tahun ajaran baru. Padahal, beberapa guru telah mengikuti pelatihan guru sasaran yang diselenggarakan oleh dinas. “Dari dinas sendiri informasinya masih abu-abu,” katanya.

Yang dimaksud abu-abu adalah kurang jelasnya informasi dari dinas mengenai kurikulum baru. Sehingga, ketika tidak ditunjuk oleh Kemendikbud,
pihaknya pun enggan mengajukan pelatihan secara mandiri. “Masa sekolah yang akan menjalankan kurikulum baru cuma mendapat tiga buku paket saja. Nah, kalau seperti ini bagaimana kami bisa melaksanakannya.”

Baca:  Madiun Anggarkan Rp 850 Juta Untuk Upacara Kemerdekaan Bulan Depan

Humas SMAK Santa Maria, Surabaya, FX Rudy Prasetya menyatakan, sekolahnya pun belum siap menerapkan kurikulum baru. Pada tahun ajaran baru nanti, kurikulum lama yang akan dipakai.

“Informasi yang saya dapat, kalau mengajukan mandiri itu akan semakin repot. Apalagi ketika ujian nasional nanti,” katanya. Menurut dia, saat ujian nasional nanti, sekolah yang sudah ditunjuk untuk menerapkan kurikulum baru akan berbeda soalnya dengan sekolah yang tidak ditunjuk. Jika harus mengajukan pelatihan secara mandiri, pihaknya khawatir tidak bisa terdata di Kemendikbud. (radarsby.com)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *