Ekonomi Gresik

Smelter Freeport di Gresik Berdiri Diatas Lahan Reklamasi

Smelter Freeport di Gresik Berdiri Diatas Lahan Reklamasi. Syarat pemerintah agar freeport mendirikan smelter akan segera terealisasi. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan tidak ada kendala lahan dalam pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik. Smelter Freeport akan dibangun di atas tanah reklamasi.

Freeport meminta tanah reklamasi 80 hektare. Sekitar 60 hektare lahan itu sudah selesai direklamasi. “Tinggal 20 hektare. Dari Menteri Lingkungan Hidup sudah ada izin lingkungannya,” katanya di Istana Negara, kemarin, Rabu, 29 April 2015.

Dalam hal pembangunan smelter ini, Soekarwo mengaku hanya mengantar Freeport mendapatkan izin prinsip lingkungan hidup dari Menteri Lingkungan Hidup. “Dari Pemerintah Provinsi tidak ada masalah, pelabuhan sudah ada di sana.”

Baca:  Buruh Tuntut UMK Gresik 2016 Rp. 4 Juta Perbulan

Saat ini belum ada konstruksi fisik karena pembangunan smelter baru memasuki tahap detail engineering desain. Soekarwo mengatakan telah bertemu dengan Vice Presiden Freeport dan Gubernur Papua untuk membicarakan smelter Gresik.

Dari kebutuhan smelting 2,5 juta ton konsentrat, kata dia, Gubernur Papua meminta 900 ribu ton diolah di Papua. Sisa jumlah konsentrat tembaga Freeport akan diolah di Gresik. “Tidak ada problem, di Gresik sudah siap dengan Petrokimia Gresik,” katanya.

Soekarwo juga tak mempermasalahkan pasokan listrik untuk pabrik smelter. Jawa Timur, kata dia, memiliki kelebihan listrik sebanyak 2.500 megawatt. Sedangkan pabrik smelter Freeport membutuhkan 300-400 megawatt. “Mitsubishi juga sudah mau masuk (untuk membangun dan memasok listrik). Pembangkitnya sementara kita tawari dari kami,” katanya.

Baca:  Songkok Gresik Kebanjiran Order Selama Ramadhan

Untuk mengangkut konsentrat dari Papua, Soekarwo melanjutkan, Petrokimia sudah memiliki pelabuhan, sehingga ongkos menjadi lebih efisien. Pemerintah daerah tidak ikut berinvestasi dalam pembangunan smelter di Gresik. “Saya hanya perlu fosfat untuk pupuk, untuk semen. Yang lain urusan pemerintah pusat,” katanya.

Dia menuturkan, dengan membangun smelter di Gresik, Freeport tidak perlu mengolah konsentratnya di Amerika Serikat. Jika proses berlangsung di luar negeri, pemerintah tidak mengetahui jumlah produksi emas yang dihasilkan dari konsentrat tembaga Freeport. “Kalau smelternya disini kita bisa cek lifting-nya,” katanya. (Sumber: tempo.co)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman