Home » Uncategorized » Surabaya Fashion Parade 2013 Bisa Jadi Trend Setter Nasional
surabaya fashion parade 2013
centroone

Surabaya Fashion Parade 2013 Bisa Jadi Trend Setter Nasional

Surabaya Fashion Parade 2013 Bisa Jadi Trend Setter Nasional. Gelaran Surabaya Fashion Parade 2013 (SFP) berakhir sempurna dengan 80-an rancangan dari anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia Jawa Timur di Convention Centre, Lantai VI, Tunjungan Plaza (TP), Minggu malam (5/5).

Mereka di antaranya, Denny Djoewardi, Alphiana Chandrajani, Elok Rege Napio, Melia Wijaya, Yunita Kosasih, Ayok Dwipancara, Lenny Kurniawati, Lilik Suhariyati, Lia Afif dan lain-lainnya.

surabaya fashion parade 2013
centroone

Dengan dihadirkannya karya-karya desainer Jatim dalam acara bertajuk Denim Innofashion ini, maka Surabaya Fashion Parade 2013 bakal hadir menemui fashionista Jatim pada tahun 2014 mendatang. “Sejak 1 Mei kita berturut-turut menampilkan konsep kasual dengan bahan jeans yang sangat ready to wear, semoga ini bisa menjadi trend setter fashion tahun ini,” harap Brigiv Aditya, Media Promotion TP.

Baca:  KPU Kota Batu Kukuh Coret Calon Incumbent

Tak heran, pula pada penutupan ajang yang sudah digelar selama enam kali ini, para desainer menampilkan karya unik, etnik, elegan tapi tetap bisa untuk ready to wear atau diproduksi banyak. Seperti yang ditampilkan Elok Rege Napio.

Mengusung tema I’m Taft, I’m Smart and I’m Seksi, finalis Concourse International Paris 2001 ini menampilkan kebaya kontemporer. Menggunakan bahan lace, beludru dan tambahan jeans, Elok membuat kebaya yang lebih simpel dan unik dalam bentuk mini dress dan long dress.

Konsep kontemporer juga tetap ditampilkan oleh Melia Wijaya. Menyebut karyanya dengan konsep Collage Degree, Melia menampilkan imej superheroes ditampilkan lewat baju yang dinamis yang dipadukan antara batik Pacitan dan jeans.

“Yang namanya desain kontemporer itu pasti lebih banyak mengaplikasikan lewat simbol. Nah, yang saya angkat simbol superheroes,” jelasnya. “Orang pakai jeans ini terkesan seksi dan maskulin, itulah yang membuat pengguna jeans tak pernah berkurang alias terus meningkat,” kata Denny yang juga Ketua APPMI Jatim.

Baca:  Gresik Waspada Banjir, Kali Lamong Meluap Banjiri Belasan Desa

Untuk memerkuat kesan maskulin itulah, maka Denny mengeksplorasi jeans dalam balutan mini dress yang simpel. Kesan maskulin lebih tampak di bagian tangan sebab disini Denny menambahkan ruffle dan model persegi yang membuat lengan terlihat sedikit menggelembung. Menurut Denny, tambahan ruffle dan lengan persegi ini adalah wujud dari bentuk manusia hero yang kuat dan perkasa.

Ya, pada masa pemerintahan Raja Henry VII dengan Katherine of Aragon, begitu banyak ksatria yang menggunakan baju berlapis besi dan baja. “Bedanya ini bukan kain baja atau besi, tapi kain jeans,” katanya tersenyum. (han/het/radarsby.com/jpnn)

Baca:  Suzuki New Splash Launching di Surabaya

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *