Politik Gresik

Sweeping Anggota DPRD Gresik, Ruangan Kosong

anggota dprd gresikSweeping Anggota DPRD Gresik, Ruangan Kosong. Kendati ditinggal mengungsi oleh 50 anggota DPRD Gresik, unjuk penolakan kenaikan tunjangan perumahan dewan terus berlanjut. Pada aksi hari ketiga, pengunjukrasa dari elemen PMII, Forkot, Pudak, MGPK, Papaji, KASBI, dan Gresik Sumpek melakukan Sweeping anggota dewan. Mereka hanya meminta pimpinan DPRD menjawab surat tuntutan mereka.

Awalnya mereka menggelar orasi dan menempelkan sejumlah spanduk dan poster di halaman gedung dewan. Namun aksi itu tidak mendapat tanggapan sehingga mereka nekat masuk gedung DPRD Gresik, dan melakukan Sweeping. Puluhan pengunjukrasa memeriksa ruang pimpinan, ruang fraksi serta ruang komisi, namun tetap tidak bisa menemukan satu anggota DPRD Gresik.

Baca:  Ada Potensi Mark Up Dana Bantuan Haji di Gresik

Kesal tidak menjumpai wakil rakyat, pendemo masuk ke ruang sekretariat dewan. Mereka menanyakan keberadaan anggota DPRD Gresik ke staf sekretariat. Mereka menanyakan surat yang dikirim kepimpinan apakah sudah dijawab atau belum. Mendapat desakan itu, Nur Cholis, Staf Setwan DPRD melihat daftar surat masuk, yang disaksikan mereka.

Ternyata surat itu masuk dan sekarang sudah ada di meja pimpinan. Namun surat tersebut belum dijawab oleh pimpinan dewan. Mendengar jawaban itu, pengunjukrasa yang dikoordinir Hari Soesilo dan Jefri DKR emosi. Mereka memaksa Nur Cholis menghubungi salah satu pimpinan
dewan. Hanya saja Nur Cholis tidak mau melakukannya dengan alasan tidak memiliki nomor telepon empat pimpinan dewan.

Baca:  DPRD Gresik Undang Habib Syech Bersholawat Bersama

Ada nomor yang diberikan pengunjukrasa rasa namun tidak aktif. Melihat situasi yang panas tersebut, Kapolsek Kotata AKP Mulyono meminta pada pengunjuk rasa agar meninggalkan ruangan Setwan. Mulanya mereka menolak namun akhirnya menerimanya dan meninggalkan dua perwakilanya untuk tetap menunggu staf setwan itu bisa menghubungi salah satu anggota dewan.

“Aksi yang kami lakukan adalah murni dari suara rakyat, sebab para wakil rakyat sebagai wakil kita sudah tidak memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Mereka lebih mementingkan dirinya sendiri, di mana hati nurani mereka. Bahkan surat dan tuntutan kita hingga saat ini belum juga direspon, namun malah sekarang malah enak-enakan melakukan rapat pembahasan di hotel berbintang,”kata AL Bustomy Korlap dari PMII.

Baca:  Panwaskab Gresik Temukan Saksi Pilgub Jatim Masih SMP

Menurut Bustomy, pihaknya merencanakan aksi teresebut terus berlangsung hingga anggota DPRD Gresik menjawab tuntutan masyarakat Gresik. “Kami akan terus bertahan untuk menduduki gedung dewan sampai mereka anggota yang terhormat mendengarkan aspirasi dari kami,” pungkasnya. (san/ris/radargresik/jpnn)

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman