Home » Tips Kesehatan » Penyakit dan Pengobatan » Tanda-tanda Kanker Darah Seperti yang Diidap Ibu Ani
gejala-kanker-darah-ibu-ani

Tanda-tanda Kanker Darah Seperti yang Diidap Ibu Ani

Kanker darah sendiri sebetulnya adalah sebutan umum untuk berbagai jenis kanker yang menyerang jaringan tubuh pembentuk sel darah. Kanker darah bisa dibagi menjadi tiga kategori besar yaitu leukemia, limfoma (getah bening), dan myeloma.

Dikutip dari American Society of Hematology (ASH), dalam kebanyakan kasus kanker darah membuat tubuh penderitanya tidak bisa menghasilkan sel darah normal. Hal ini akan berpengaruh besar menghalangi sel darah menjalankan fungsi pentingnya seperti melawan infeksi hingga mencegah perdarahan serius.

“Kanker darah akan memengaruhi produksi dan fungsi sel darah kamu. Kebanyakan dari kasus kanker darah bermula dari sumsum tulang di mana darah diproduksi,” tulis ASH.

Pengobatan kanker darah mulai dari kemoterapi, radioterapi, hingga transplantasi sel punca pada sumsum tulang.

Dalam kebanyakan kanker darah, proses perkembangan sel darah normal terganggung dengan adanya pertumbuhan yang tak terkendali dari sel darah abnormal. Sel-sel abnormal atau kanker ini mencegah darah melakukan sebagian besar fungsinya, seperti melawan infeksi atau mencegah pendarahan serius.

Kanker darah memiliki tiga tipe utama, yakni:

1. Leukemia

Merupakan tipe kanker darah yang paling banyak dikenal. Kanker terbentuk di jaringan sumsum tulang pembentuk darah dan memengaruhi sel darah putih. Leukemia lebih sering ditemukan pada anak-anak di bawah usia 15 tahun, sedangkan sebagian lainnya lebih sering ditemukan pada orang dewasa di atas usia 55 tahun.

Kanker ini ditandai dengan produksi sel darah putih abnormal yang sangat cepat dan banyak sehingga tak mampu untuk melawan infeksi serta merusak kemampuan tulang sumsum untuk memproduksi sel darah merah dan keping darah.

Leukemia akut berkembang sangat cepat, dan biasanya semakin memburuk dalam waktu singkat. Sebaliknya, leukemia kronis berkembang lebih lambat hingga bertahun-tahun. Ada empat tipe leukemia, acute myeloid leukemia (AML), chronic myeloid leukemia (CML), acute lymphocytic leukemia (ALL) dan chronic lymphocytic leukemia (CLL).

 

2. Limfoma

Kanker limfoma terjadi berawal dari sel-sel limfosit atau darah putih di kelenjar getah bening (limfoma). Biasanya ditandai dengan gejala pembengkakan pada kelenjar getah bening dan seiring waktu bisa merusak sistem imun tubuh.

Kemudian diikuti dengan bagian-bagian tubuh yang kerap dilaporkan muncul benjolan atau pembengkakan akibat kanker kelenjar getah bening antara lain leher, ketiak, dan pangkal paha. Dr dr Andhika Rachman, SpPD-KHOM, dari RS Cipto Mangunkusumo menjelaskan benjolan yang jadi tanda kanker punya ciri tidak sakit dan semakin besar.

Penyakit kanker limfoma punya dua tipe. Satu tipe limfoma Hodgkin dan tipe lainnya limfoma non-Hodgkin. Apa yang membedakan keduanya ada pada kehadiran limfosit abnormal bernama sel Reed-Sternberg, yang merupakan sel limfosit B yang bermutasi yang sangat besar menurut standar seluler yakni hingga lima kali lebih besar daripada limfosit normal.

 

3. Myeloma

Kanker myeloma adalah kanker yang menyerang jaringan pembentuk plasma darah di sumsum tulang. Kanker myeloma mengganggu produksi antibodi sehingga sistem kekebalan tubuh penderitanya akan berkurang membuat ia rentan terhadap infeksi.

Biasanya kanker myeloma terjadi di beberapa tempat dalam tubuh.

 

Gejala ciri-ciri kanker darah

bisa sulit dilihat namun beberapa di antaranya seperti:

1. Mudah memar

Salah satu ciri khas dari kanker darah adalah kemunculan memar yang tidak bisa dijelaskan secara tiba-tiba. Hal ini karena kanker membuat fungsi pembekuan darah terganggu sehingga perdarahan yang terjadi di bawah lapisan kulit akan sulit untuk berhenti.

Memar tanda karena kanker darah seiring berjalannya waktu bisa semakin luas.

2. Kelelahan ekstrem

Karena produksi sel darah yang terganggu, seorang penyandang kanker darah bisa mengalami gejala anemia seperti kelelahan ekstrem.

Konsultan onkologi anak Profesor Dr Max F.j. Mantik, SpA(K), pernah mengatakan karena anemia ini juga seorang pasien mungkin akan terlihat pucat.

3. Benjolan

Apabila kanker darah yang menyerang termasuk dalam jenis kanker limfoma (kalenjar getah bening), maka salah satu tanda khasnya adalah benjolan muncul di sepanjang sistem kelenjar getah bening. Ketua Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik (PERHOMPEDIN) Profesor Dr dr Arry H Reksodiputro, SpPD-KHOM, menjelaskan spesifiknya benjolan umum muncul di area leher, ketiak, dan pangkal paha.

Prof Arry menegaskan agar jangan meremehkan benjolan yang muncul di tubuh meskipun ukurannya kecil.

4. Kurus mendadak

Penurunan berat badan yang mendadak secara tiba-tiba tanpa sebab yang jelas juga bisa jadi tanda awal penyakit kanker darah. Dokter dari Perhimpunan Onkologi Indonesia, Dr dr Noorwati, SpPD, KHOM, menjelaskan fenomena ini disebut kaheksia atau malnutrisi kompleks.

Menurut dr Noorwati kaheksia terjadi karena sel kanker menyerap nutrisi dari tubuh pasien.

“Sel kanker membuat karbohidrat atau zat gula di dalam tubuh penderitanya terkuras, mereka juga mengeluarkan zat yang membuat lemak leleh, otot leleh. Akibatnya berat badan sebagian besar penderita kanker bisa turun drastis,” kata dr Noorwati beberapa waktu lalu.

5. Demam dan infeksi

Karena kanker menyebabkan terganggunnya fungsi sel darah dalam melawan infeksi, maka seorang pengidap akan jadi berisiko terserang berbagai penyakit lainnya. Pada kasus pengidap kanker darah infeksinya akan lebih sulit sembuh dibanding pasien lain karena sistem imunnya yang lemah.

 

Kata Pencarian:

Gejala Kanker darah (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Baca:  Belajar dari Jupe, Kanker Serviks Bisa dicegah dengan Mudah dan Murah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *