Home » Uncategorized » Tembakau Impor Dilarang Masuk Jawa Timur
tembakau jatim
foto:kabarbisnis.com

Tembakau Impor Dilarang Masuk Jawa Timur

tembakau jatim
foto:kabarbisnis.com

Tembakau Impor Dilarang Masuk Jawa Timur. Sektor pertanian Jawa Timur terus di rong-rong kekuatan asing, bahkan tembbakau yang produksinya melimpah di Jatim juga berpotensi dihantam tembakau impor. Forum Penyelamatan Kretek sebagai Produk Asli Indonesia bersepakat menolak impor tembaku masuk Jawa Timur karena akan memukul usaha pertanian tembakau di Jatim.

“Tembakau impor haram masuk Jatim. Kalau kita berani ngomong stop sapi impor, kita juga katakan stop tembakau impor. Karena tembakau lebih besar kontribusinya terhadap ekonomi Indonesia, khususnya Jatim dibanding sapi,” kata Ketua Pokja Penyelamatan Kretek sebagai Produk Asli Indonesia, Dedy Suhajadi di Graha Kadin Jatim, Surabaya, Kamis (14/2/2013).

Kontribusi dari pajak rokok misalnya, nilainya lebih besar dari minyak bumi. Namun karena ketidakberpihakan pemerintah terhadap  pertembakauan nasional, akhirnya impor yang masuk Jatim kian membesar dan perkembangan industri tembakau nasional kian terhambat. Terlebih ketika saat ini pemerintah justru menandatangani PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Teembakau.

Baca:  Kisruh Terminal Osowilangun Membuat DPRD Surabaya Gerah

Untuk menyelamatkan pertembakauan Jatim, ia menyatakan, pihaknya diajak Gubernur Jatim Soekarwo merealisasikan RUU Pertembakauan. Di dalam kebijakan itu akan mengambil konsep yang membela petani hingga pengusaha. “Kami berharap RUU Pertembakauan akan menyejahterakan petani tembakau di Jatim,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Pengamat Pertembakauan Indonesia, Kabul Santoso, mengungkapkan, dalam PP nomor 109/2012 tersebut secara umum sangat mematikan industri, khususnya industri rokok kretek dan memposisikan perokok lebih jahat dari pengguna narkoba. Sementara impor tembakau justru tidak disinggung.

Baca:  Ayo...! Ada Ribuan Lowongan Kerja di Airlangga Career Fair

Padahal volume impor tembakau terus naik seiring dengan peralihan rasa dari rokok kretek menjadi putihan. Saat ini, volume impor tembakkau virginia mencapai 66.000 ton hingga 120.000 ton per tahun. Untuk Jatim di kisaran 31.000 ton hingga 41.000 ton per tahun. Bahkan bea masuk impor dihilangkan menjadi 0%.

Di lain pihak, yang membutuhkan tembakau virginia impor ini hanya perusahaan rokok besar yang memproduksi rokok putihan (mild). “Artinya, keringanan pajak hanya untuk perusahaan multinasional. Dan ini artinya orang Indonesia menyubsidi perusahaan multinasional,” tegasnya. (kabarbisnis)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *