Home » Nasional » Terbongkar, Penyebar Isu Foto Rekayasa Jokowi di Jambi Adalah..

Terbongkar, Penyebar Isu Foto Rekayasa Jokowi di Jambi Adalah..

Sempat ramai di media sosial tentang dua foto dialog Jokowi dengan Suku Anak Dalam yang disebut rekayasa. Padahal kronologi pengambilan foto dibalik oleh penyebar isu tersebut sehingga dialog Jokowi dan Suku Anak Dalam di rumah singgah disebut yang pertama kali dilakukan dalam kegiatan itu.

Media online nasional Detik.com memberitakan bahwa kronologi pengambilan foto tersebut awalnya suku anak dalam tidak pakai baju yang tertutup, namun kemudian pertemuan berpindah ke teras rumah dengan suku anak dalam sudah memakai baju yang lengkap karena pertemuan dengan Presiden.

Anehnya foto yang diduga direkayasa tersebut seperti menjadi bola salju di dunia sosial sehingga tidak terkontrol pernyataan berbagai penggunanya seperti akun Yusuf Hanif Yudhana.

Hehehe…ternyata memang ini sutradara pencitraan jokowi udah akut penyakitnya, sampe maksain orang untuk berakting jadi suku anak dalam, dari berpakaian normal sampai pakai celana dalam

#kenapa ngak sekalian semua yg ada di foto itu berpakaian seperti suku anak dalam…..biar keliatan menjiwai sekalian…weww !

Namun, sepertinya semua itu terbongkar dengan munculnya foto yang membeberkan kebenaran akan kejadian yang sebenarnya pada saat itu. Informasi ini diberikan langsung oleh Staf Kepresidenan untuk memberikan klarifikasi mengenai fitnah ini.

foto-heboh-suku-anak-dalam

Kapolri Akan Usut Pemutar Balik Fakta Foto Jokowi

Fakta pertemuan Presiden Jokowi dengan Suku Anak Dalam di Jambi diputarbalikkan lewat foto. PDIP mendukung polisi turun tangan mengusut pihak yang bertanggung jawab mengedit foto dan menyebarkannya di dunia maya.

“Tidak salah polisi meluruskan yang sebenarnya,” kata Anggota Komisi III Dwi Ria Latifa saat dihubungi, Senin (2/11/2015).

Meski mendukung polisi mengusut soal pembuat dan penyebar foto editan itu, namun Ria menegaskan bukan berarti dirinya menentang kebebasan berpendapat. Masyarakat boleh mengkritik Presiden dan pejabat lainnya, tapi jangan melanggar aturan.

“Saya pun sering mengkritisi Presiden. Masyarakat pun juga boleh mengkritik. Tapi jangan yang sifatnya melanggar UU,” ujar Wakil Rakyat dari daerah pemilihan Kepulauan Riau ini.

Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti memang sudah berkomitmen untuk mengusut kasus ini. Pembuat dan penyebar foto editan tersebut bisa dipidana.

“Ada langkah preventif, bahwa orang ini memprovokasi dan bahaya. Kita beritahu bahwa yang dilakukannya bisa berdampak pidana,” ujar Badrodin hari ini.

Sementara soal foto Jokowi dan Suku Anak Dalam, cerita aslinya adalah Presiden bertemu lebih dahulu dengan Suku Anak Dalam yang tidak berpakaian. Jadi, dalam kunjungan itu Jokowi di perjalanan menuju penampungan Suku Anak Dalam bertemu dengan beberapa orang warga suku. Mereka tidak berpakaian dan sedang duduk-duduk.

Ditemani penerjemah Husni Thamrin, Jokowi menyapa dan berbicara dengan Suku Anak Dalam itu. Pertemuan tersebut dilakukan pada Jumat (30/10), tepatnya di Desa Bukti Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi. Setelah berbincang beberapa saat, Jokowi melanjutkan perjalanannya. (Detik.com/hatree)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *