Uncategorized

Tiga Desa Di tuban Tergenang Banjir Akibat Tanggul Jebol

Dua lokasi di titik tanggul Sungai Jambon yang berada di Desa Sumurgung, Kecamatan Kota Tuban jebol akibat tidak kuat menahan luapan air saat terjadinya banjir bandang dari wilayah pegunungan kapur.

Jebolnya tanggul yang berada di sebelah barat tersebut membuat tiga desa yang berada di Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban dilanda banjir. Sehingga jika tidak segera dilakukan perbaikan, banjir akan terus mengancam warga tiga desa selama musim penghujan.

Tiga desa yang selalu menjadi langganan banjir bandang akibat jebolnya tanggul sungai Jambon tersebut adalah Desa Kapu, Desa Tahulu dan Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, Tuban. Banjir dari suangi tersebut selalu masuk dan merendam ratusan rumah warga yang ada di desa tersebut.

Baca:  Cagub Jatim Jalani Tes Kesehatan Tahap Pertama

“Dua minggu ini sudah tiga kali kita kebanjiran. Kalau sungai banjir daerah sini juga pasti kebanjiran juga,” terang Namsiah (36), salah satu warga Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Tuban yang selalu menjadi korban banjir, Sabtu (27/12/2014).

Saat musim penghujan kali ini, jebolnya tanggul sungai tersebut semakin parah karena ada dua titik longsor. Padahal tanggul tersebut telah dilakukan perbaikan sekitar satu tahun lalu lantaran jebol saat diterjang banjir pada musim penghujan tahun lalu.

Adapun untuk tanggul yang jebol setelah ada perbaikan sebelumnya itu panjangnya sekitar 15 meter. Sedangkan untuk titik jebol yang baru terjadi saat musim penghujan tahun ini dengan panjang sekitar 10 meter dan jaraknya berdekatan antara keduanya.

“Selama tanggulnya belum diperbaiki kita tidak berani untuk tanam. Percuma kita tanam dan pasti tidak bisa karena selalu terendam banjir,” ungkap Karsono (52), petani yang sawahnya kebanjiran.

Baca:  KPU Launching Lagu Resmi Pemilu 2014 "Mari Memilih untuk Indonesia"

Menurut para petani ada puluhan hektar lahan yang terendam akibat jebolnya tanggul sungai Jambon tersebut. Dengan kondisi demikian mereka terancam tidak akan bisa melakukan tanam selama musim penghujan tahun ini karena ancaman banjir.

“Sudah pasti airnya meluber ke sawah kita. Dan kalau sudah banjir surutnya juga lama, jadi kalau nekad tanam pasti mati terendam air,” pungkasnya.(bjt)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman