Home » Dunia Kampus » Tips Menjadi Penulis dengan Creative Writing
its.ac.id

Tips Menjadi Penulis dengan Creative Writing

Tips Menjadi Penulis dengan Creative Writing. Menulis merupakan sebuah aktifitas memindahkan ide, gagasan, atau cerita ke dalam sebuah tulisan. Seringkali kita sebagai pemula kesulitan untuk menulis dengan benar dan enak dibaca.

‘Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Seperti embun hinggap di tepian daun dan tanah yang sabar menyambutnya jatuh. Tapi aku ingin melupakanmu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Seperti mata yang berkedip menyambut pagi, dan daun jendela yang mengintip matahari. Tapi aku ingin melupakanmu’. Demikian penggalan puisi karya Bernard Batubara yang dibacakan pada acara Creative Writing Talkshow, Minggu (12/4).

Puisi tersebut mengawali acara yang diadakan oleh Divisi Pers Himpunan Mahasiswa Statistika (Himasta) ITS  di Gedung SCC lantai tiga. Puluhan peserta dari berbagai universitas dan sekolah menengah atas (SMA) di Surabaya turut menghadiri acara tersebut

Penulis berbagai novel, Bernard Batubara dalam “Creative Writing Talkshow” besutan Divisi Pers Himpunan Mahasiswa Statistika (Himasta) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menjelaskan, hal terpenting dalam menulis adalah menentukan ide dasar yang ingin kita sampaikan melalui tulisan. Cowok yang akrab disapa Bara tersebut mengimbuhkan, ide dasar tidak harus selalu baru.

“Penentuan ide dasar lebih pada penggalian ide tersebut. Jadi, selama kalian masih melihat matahari hanya satu di pagi hari, tidak ada hal yang benar-benar baru di dunia ini,” kelakar Bara, seperti dikutip dari laman ITS, Senin (13/4/2015).

Tips berikutnya adalah tentang berbagai komponen tulisan. Menurut Bara, hal yang perlu diperhatikan penulis dalam sebuah tulisan adalah karakter, plot, latar, sudut pandang, konflik, dialog, dan gaya narasi.

Ketika menentukan karakter, penulis dapat berperan sebagai Tuhan yang mengatur segalanya. Kemudian, saat harus menulis plot atau alur, Bara menyarankan penulis pemula untuk membuat alur maju, yakni jalan cerita dimulai dari masa lalu ke masa depan.

“Kalau alur majunya sudah mantap, mau pakai alur maju mundur pun tidak masalah,” imbuhnya.

Sementara itu, penulis novel Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri tersebut melihat semakin banyak konflik, maka cerita akan semakin seru. Namun, kata Bara, sebaiknya cerita pendek cukup menyajikan satu konflik.

Bagian penting lainnya adalah gaya narasi. Menurut Bara, ini adalah cara bertutur penulis dalam cerita yang dia buat. “Ingat saja, menulis tidak terlepas dari dua hal, yaitu apa dan bagaimana cara penulis menyampaikannya,” pungkas penulis novel Kata Hati itu. (ITS.ac.id/okezone)

Suarakan Pendapatmu

comments

Baca:  Ingin Menjadi Mahasiswa Sukses? Ini Tipsnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *