Peristiwa

Transaksi Narkoba Gadis Pengedar di Gresik Mencapai 5 Miliar

nita ariani sarani wibowo
foto: Koran radar Gresik

Transaksi Narkoba Gadis Pengedar di Gresik Mencapai 5 Miliar. Persidangan kasus transaksi narkoba yang dikendalikan Abdul Rochim dari balik jeruji penjara di Madiun kembali digelar.

Kali ini tersangka Nita Ariani Sarani Wibowo (23) menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Senin (16/9/2013). Warga Jl Blitar I, Nomor 12, Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, ini mengaku membuka tiga rekening tabungan di bank berbeda untuk transaksi narkoba senilai Rp 5 miliar lebih, atas perintah Abdul Rochim.

Kasus ini berawal saat Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim pada 27 April 2013, pukul 16.00 Wib, menggerebek di rumahnya Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) dan mendapatkan barang bukti sabu-sabu seberat 333,4 gram dan 230 butir pil ekstasi.

Baca:  Kasus Pupuk Oplosan di Gresik Tidak Ditangani Serius

Dalam persidangan, Nita menjelaskan bahwa kenal dengan Abdul Rochim sejak kuliah di sebuah perguruan tinggi Surabaya pada 2009, yang akhirnya keduanya berpacaran. Abdul Rochim mengaku ke Nita sebagai pengusaha besi tua dan menyuruhnya membuka rekening Bank Mandiri, BCA dan BNI.

Namun dalam perjalanan hubungan keduanya, Abdul Rochim tertangkap di Polres Madiun karena kasus pengedaran obat-obat terlarang. Dari tertangkapnya Abdul Rochim akhirnya segala transaksi narkoba dilakukan melalui telepon selulernya.

Narkoba dititipkan ke Nita dengan perantara Iwan Hadi, teman Abdul Rochim. Barang-barang narkoba yang dikirim dari Jakarta ditujukan ke Nita yang kos di Surabaya.

Selanjutnya jika Abdul Rochim mendapat pesanan, Iwan yang mengambil dari tangan Nita selanjutnya dibawa ke pembeli. “Saya memberikan barang paketan (Sabu-sabu, Red) ke Iwan sebanyak 4 kali. Saya tidak tahu barang itu dikirim atau dijual kemana. Saya hanya menyerahkan barang pesanan yang dipesan Abdul Rochim yang ada di dalam tahanan Madiun,” kata Nita.

Baca:  Polres Gresik Dipaksa Bebaskan Tahanan, Wibawa Hukum Terpuruk

Nita mengaku nekat menjalaninya karena terpaksa dan kasian terhadap kehidupan Abdul Rochim. Sementara dari barang bukti buku tabungan tiga bank yang dilihat majelis hakim PN Gresik terdapat transaksi yang mencapai Rp 5 Miliar lebih.

“Di buku tabungan Bank Mandiri transaksi tertinggi Rp 1,4 Miliar, Bank BCA transaksi tertinggi Rp 1 Miliar lebih dan Bank BNI tertinggi Rp 4,26 Juta. Kalau kita hitung rata-rata seluruh transaksi mencapai Rp 5 Miliar lebih,” kata Ketua Majelis Hakim Mustajab.(surya)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman