Home » Gresik » Peristiwa » Trend Pengemis di Gresik dari Lansia Sampai yang Muda dan Necis
razia pengemis gresik
kompas

Trend Pengemis di Gresik dari Lansia Sampai yang Muda dan Necis

 razia pengemis gresik
kompas/gambar ilustrasi

Maraknya para pengemis di Gresik telah membuat keadaan gresik menjadi kurang nyaman. Beroperasinya para pengemis di Gresik yang mangkal di wilayah wisata religi disinyalir membuat peziarah tidak nyaman. Menyikapi situasi tersebut pemkab gresik mengerahkan Satpol PP untuk melakukan razia Pada hari Jumat kemarin (11/1).

Razia pengemis di Gresik yang digelar Satpol PP Kabupaten Gresik melibatkan dua regu. Mereka bergerak bersamaan di area makam Sunan Giri di Jl Sunan Giri Kecamatan Kebomas dan makam Malik Ibrahim di Jl Malik Ibrahim Desa Gapuro Sukolilo Kecamatan Kota. Hasilnya, belasan gelandangan dan pengemis (gepeng) diangkut ke kantor satpol.

Tindakan anggota Satpol PP merazia Pengemis di Gresik tidak berjalan mulus. Saat tiba di pelataran makam Sunan Giri, sejumlah gepeng melawan menolak diangkut ke truk satpol. Bahkan beberapa diantaranya berusaha melarikan diri.

Meski rata-rata berusia lanjut, namun langkah pengemis di Gresik saat kabur lumayan kuat. Terbukti, ada seorang gepeng wanita berusia 56 tahun baru diamankan setelah dikejar petugas sejauh 100 meter. Kepala Bidang Rehabilitasi Dinas Sosial Kabupaten Gresik, Munir mengatakan, penertiban gepeng dilakukan untuk melakukan pembinaan, khususnya bagi gepeng yang berusia produktif.

Baca:  Kades Kesamben Wetan Kabupaten Gresik Dipolisikan Warga

“Mereka akan diberikan keterampilan minimal enam bulan, sedangkan bagi yang berusia lanjut akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing,” katanya. Di tempat yang sama, Kepala Satpol PP Kabupaten Gresik, Arif Wicaksono menegaskan, penertiban dilakukan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari sejumlah masyarakat yang merasa terganggu akibat semakin banyaknya pengemis di Gresik.

“Sejumlah warga melapor jika jumlah gepeng di Kabupaten Gresik semakin banyak dan menganggu kenyamanan, khususnya di lokasi wisata religi seperti makam Sunan Giri dan Maulana Malik Ibrahim,” katanya. Arif mengatakan, keberadaan para pengemis di Gresik itu juga telah dianggap mengganggu kenyamanan para peziarah, sehingga perlu dilakukan penertiban.

Trend Baru Pengemis di Gresik, Usia Muda berpenampilan Necis

Selain menjamurnya pengemis lansia, Pengemis di Gresik juga mengalami perubahan trend sebab sekarang juga mulai marak pengemis yang berpenampilan rapi dengan membawa kotak sumbangan. Mereka yang meneguhkan dirinya menjadi seorang pengemis elit rata-rata berusia antara 20 hingga 30 tahun.

Dari sisi usia, mereka sangat produktif untuk bekerja di sektor formal atau berwirausaha. Namun jalan hidup yang ditempuh ternyata memilih bekerja di sektor informal, menjadi pengemis dengan menjual badan sosial atau yayasan untuk menarik simpati masyarakat.

Baca:  Polres Gresik Bekuk Pengedar Sabu Jaringan Lapas Porong

Di Kota Gresik, para peminta sumbangan muda mengawali profesinya pada pagi hari. Seperti yang terjadi Kamis (10/1) lalu, sebuah mobil Kijang LSX warna hijau tiba di pinggir Jl Veteran. Penumpang mobil dengan plat nopol S tersebut turun, jumlahnya ada 8 orang. Lakilaki 5 orang, perempuan 3 orang. Masing-masing orang membawa sebuah kardus kemudian berpencar ke perempatan Sentolang, SPBU di Jl Veteran serta sebagian lainnya masuk ke kawasan Alun-Alun.

Dari kotak bekas mie instan itu tertulis nama sumbangan untuk pembangunan masjid di kawasan Blora, Jawa Tengah. Entah benar atau tidak gambar itu, yang pasti di tulisan tercantum nama jalan, masjid dan nomor rekening bank. Mereka yang berkeliling berusia sekitar 20 tahunan. Yang laki mengenakan kemeja rapi lengan panjang, yang perempuan berjilbab dengan wajah cerah.

Maraknya pengemis di Gresik yang masih muda berkedok pencari sumbangan kini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Gresik. Namun instansi dibawah Pemkab Gresik hingga kini belum menemukan formula untuk mengatasi masalah sosial ini. Yang muncul justru mereka saling lempar tanggungjawab.

Baca:  Pencuri Motor Dihajar Warga Lumpur Gresik

Kasatpol PP Kabupaten Gresik Arief Witjaksono saat dihubungi menjelaskan, kegiatan pengemis di Gresik yang necis seperti itu, pada dasarnya sama juga prinsipnya seperti mengemis. Meskipun caranya agak halus, namun yang dilakukan sama seperti pengemis meminta uang kepada masyarakat di jalanan. “Soal bagaimana tindakan kami, hingga kini kami masih belum bisa melakukan tindakan apapun. Sebab, belum ada laporan dari masyarakat atau dinas sosial,” kata mantan Camat Manyar.  (radargresik/jpnn.com)

Kata Pencarian:

berita masalah sosial di jawa timur (1),problem sosial daerah gresik 2018 (1),permasalahan di gresik (1),permasalahan di greaik (1),perkampungan pengemis di gresik (1),masalah yang dihadapi oleh kota gresik jawa timur (1),masalah sosial dijawatimur (1),masalah sosial di lingkungan gresik (1),masalah sosial di kota Gresik (1),masalah sosial di gresik 2018 (1),masalah masalah publik di kabupaten gresik (1),masalah ekonomi yang dihadapi kota gresik (1),problem sosial di era milenial daerah gresik (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

One comment

  1. wah kalah PNS rek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *