Home » Uncategorized » Tuban Diserbu Pil Koplo Karnopen Hingga ke Desa-desa

Tuban Diserbu Pil Koplo Karnopen Hingga ke Desa-desa

Tuban Diserbu Pil Koplo Karnopen Hingga ke Desa-desa. Petugas kepolisian Polres Tuban kembali menangkap dua orang pengedar di wilayah pedesaan. Kedua pelaku ini sudah lama mengedarkan barang haram itu di wilayah Kecamatan Palang dan Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Minggu (17/05/2015).

Dua pelaku pengedar pil Karnopen itu masing-masing adalah MSA (26), warga Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Pelaku ini ditangkap petugas saat melakukan transaksi penjualan pil itu di Desa Glodok, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Satu pelaku lainnya adalah SA (39), seorang tukang kayu warga Desa Sumurgung, Kecamatan Kota Tuban. Adapun untuk lokasi yang menjadi sasaran tukang kayu itu untuk menjual pil Karnopen itu adalah sekitar Dusun Tarakan, Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Tuban.

Baca:  Di Tuban Kini Harganya Capai Rp 70 Ribu per Kilogram

“Dari pelaku MSA kita amankan barang bukti sebanyak 110 butir pil Karnopen dan uang tunai Rp 547.000. Sedangkan dari pelaku S ini terdapat barang bukti 181 butir pil karnopen dan uang hasil penjualan Rp 651.000,” terang AKP Elis Suendayati, Kasubbag Humas Polres Tuban.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas Sat Reskoba Polres Tuban, para pelaku ini mendapatkan pasokan pil Karnopen tersebut dari bandar besar yang masih dalam pengejaran. MSA mengaku mendapatkan barang itu dari C asal Lamongan dan SA mendapatkan barang dari bandar berisial S yang merupakan warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, Tuban itu sendiri.

“Kita Polres Tuban masih terus melakukan upaya untuk memberantas peredaran pil Karnopen. Dua orang DPO C san S saat ini masih dalam pengejaran oleh anggota,” lanjut Elis.

Suarakan Pendapatmu

comments

2 comments

  1. lha wong pusat karnopen di kemuning sama gang sadar aja terang2an jualan karnopen. polisi tau atau pura2 ndak tau. atau ada upeti u/ aparat. kalau ada niat berantas karnopen mbok ya jangan tebang pilih. yg kelihatan di tengah kota udah bertahun-tahun dibiarin aja

  2. mana aparat kepolisian. pelindung dan pengayom masyarakat????????? masyarakat perlu bukti. bukan pencitraan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *