Uncategorized

UMK Tuban 2015 Belum Diketok, Pekerja Meminta Rp. 1.487.000/bulan

UMK Tuban 2015 Belum Diketok, Pekerja Meminta Rp. 1.487.000/bulan. Rapat pleno pembehasan Upah Minimum Kabupaten 2015 masih polemik. Karena usulan Pemkab dan pengusaha belum sejalan dengan keinginan pekerja. Padahal dalam penetapan UMK Kab. Tuban 2015 yang akan diusulkan untuk ditetapkan Gubernur Jawa Timur harus disetujui para pihak, diantaranya perwakilan pekerja.

Pembahasan UMK 2015 yang dilakukan disebuah rumah makan kawasan timur kota Kab. Tuban, Kamis (16/10/2014) masih belum membuahkan hasil. Pasalnya kedua belah pihak belum sepakat nominal upah minimal yang akan ditetapkan dalam rapat pleno tersebut.

Dari perwakilan pekerja mengusulkan UMK Tuban 2015 sebesar Rp. 1.487.000 sedangkan Pemkab Tuban dan pengusaha menginginkan upah minimal Rp. 1.480.000. Selisih inilah yang menjadi perdebatan panjang hingga petang belum bersepakat.

Baca:  Di Tuban Kini Harganya Capai Rp 70 Ribu per Kilogram

Perwakilan Serikat Pekerja, Ali Akhson Untung Wijaya yang mengikuti rapat pleno mengatakan pihaknya akan berupa tetap memakai jalan musyawarah atau mediasi dalam menyampaikan aspirasi pekerja. Dia menilai survey Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang telah dilakukan sebelumnya kurang maksimal.

Karena hasilnya tidak sesuai dengan kondisi kebutuhan pekerja atau buruh. “Dikaji betul dari gambaran sebenarnya kondisi buruh dan kondisi masyrakat menengah ke bawah lainya. Sehingga dapat diambil jalan tengah agar masing-masing pihak tidak terlalu dirugikan,’ ungkapnya.

Sementara itu Kasi Pengupahan dan Kesejahteraan Dinas Sosial dan Tenagakerja (Dinsosnaker) Pemkab Tuban, Siti Chalimah (KHL) Kabupaten Tuban 2015 ditetapkan sebesar Rp. 1.389.945. Jumlah ini naik Rp. 20.945 dibanding 2014 yakni Rp. 1.369.000.

Baca:  Harga Rumah Subsidi Dipastikan Naik Tahun 2017

Penetapan KHL ini dijadikan dasar penetapan Upah Minimum Kabupaten 2015. Dengan ketentuan mempertimbangkan inflasi dan Kehidupan Hidup Layak bagi buruh dengan rumusan KHL + inflasi + 50% pertumbuhan ekonomi. “Keberatan masih dirasakan, sehingga memerlukan waktu untuk menegosiasikannya dan memerlukan proses loby kembali,” ungkapnya.

Penetapan UMK Tuban 2015 ini akan sangat mempengaruhi perekonomian di Kabupaten Tuban. Karena akan sangat berkaitan dengan para pelaku usaha dan operasional perusahaan. Sehingga jika terlalu mahal akan memberatkan pengusaha, dan jika terlalu murah akan merugikan pekerja. (seputartuban)

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman