Uncategorized

Siswa SMA Frateran Surabaya Diperiksa Polisi Terkait Bocoran UN

Siswa SMA Frateran Surabaya Diperiksa Polisi Terkait Bocoran UN. Un 2013 boleh dikatakan gagal, bahkan penundaan di sebelas provinsi semakin memperparah keadaan, kebocoran UN 2013 tidak terelakkan. Bahkan di surabaya, sebagai provinsi yang tidak masuk kategori terlambat, terjadi indikasi kebocoran soal. S

Sebanyak delapan siswa SMA Frateran Surabaya diperiksa polisi, Kamis (18/4/2013) sore. Anggota Satintelkam Polrestabes Surabaya, mengamankan delapan siswa karena kedapatan membawa kunci jawaban, di hari keempat pelaksanaan Unas.

Siswa SMA Frateran Surabaya tersebut kedapatan membawa secarik kertas yang berisi kombinasi jawaban. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto membenarkan adanya pemeriksaan delapan siswa tersebut. Namun, Tri masih belum bisa memastikan apakah yang dibawa  siswa itu kunci jawaban asli atau tidak.

Tri menambahkan pihaknya masih melakukan lidik atas kasus tersebut, dengan memeriksa siswa dan guru. Apalagi kunci jawaban yang benar baru  bisa diketahui hingga pelaksanaan Unas selesai. Menurut Tri bisa saja kombinasi kunci jawaban itu adalah penipuan dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Baca:  Siswa SMK Muhammadiyah 1 Gresik Pamerkan Inovasi Pertanian

“Kami akan mendalami, apakah kunci itu sama dengan kode soal, dan berapa tinggi akurasinya,” kata Tri. Menurut Tri bisa saja kunci itu dibuat oleh orang tanpa harus tahu soalnya, seperti yang banyak beredar selama ini. Mantan Dir Pam Obvit Polda Jatim itu membantah jika soal unas bocor di Surabaya.

Menurutnya pengamanan soal Unas mendapat pengawalan yang ketat dari Polrestabes. “Masih terlalu dini jika mengatakan soal Unas bocor,” tambah Tri. Peredaran kunci jawaban juga diduga terjadi di SMK dan SMA  milik sebuah yayasan di surabaya.

Salah satu siswa di sekolah itu mengaku mendapat kunci jawaban dari guru sekolahnya. Namun, tidak sembarang orang bisa membaca kunci jawaban ini. Pasalnya dilengkapi dengan sandi-sandi untuk bisa mencocokan jawaban dari guru ini. Dalam lembaran kunci jawaban, peserta ujian cukup mencocokan empat soal. Jika empat soal benar, siswa baru bisa menentukan jenis paketannya.

“Meski 20 paket soal, kami semua tetap mendapat kunci jawaban sejumlah 20 paket juga. Nanti, saat ujian berlangsung, kami disuruh mencocokan sendiri kunci jawaban untuk masing-masing paket yang diterima siswa,” ujar siswa ini.

Baca:  Cara Alami Mengatasi Nyeri Haid yang Berlebihan

Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan belum mau berkomentar masalah ini karena masih sibuk.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun menyerahkan proses penyelidikan masalah ini ke pihak kepolisian untuk membuktikan bahwa kunci jawaban tersebut adalah bocoran dari naskah asli, ataukah memang kunci jawaban yang sengaja dibuat pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang ingin mengacaukan pelaksanaan unas di Jatim.

Diakuinya, saat ini memang banyak beredar sms-sms gelap yang berisi kunci jawaban yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Apakah itu sama dengan naskah aslinya, itu yang harus dibuktikan kebenatannya. Jangan-jangan ini pekerjaannya orang yang tidak bertanggungjawab,”kata mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim ini.

Menurut Harun sangat tidak mungkin kunci jawaban itu akan bocor karena pihaknya sudah membuat sistem berlapis mulai dari pengamanan dan pengawasan di tingkat percetakan, distribusi, penyimpanan naskah di kepolisian hingga saat pelaksanaan.

Baca:  Naskah Unas SD Kabupaten Gresik Siap Didistribusikan

“Di semua tahap itu selalu ada pihak kepolisian, pengawas perguruan tinggi dan dinas pendidikan setempat. Jadi tidak mungkin  bisa menembus sistem ini,”tegas alumni Lemhanas 2004.

Bagaimana jika yang membocorkan adalah pihak gurunya sendiri? Menurut Harun hal itu tidak mudah, karena guru akan berhadapan dengan pengawas ruang dan pengawas perguruan tinggi. “Yang jelas pelaksanaan unas di Jatim sudah bagus. Ini berkat kerjasama yang baik antara dinas pendidikan, perguruan tinggi dan kepolisian,” tegasnya.

Banyak pihak yang mengkritik keras pelaksanaan UN 2013, selain gagal menepati waktu maraknya bocoran soal juga sudah terjadi hampir tiap tahun. M. Nuh sendiri selaku Mendiknas akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan UN 2013 termasuk audit pengadaan naskah UN 2013. (editor:abah)

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman