Home » Uncategorized » Banyak UKM Jatim Tak Pede Ekspor
Master tukang, tutorial pertukangan

Banyak UKM Jatim Tak Pede Ekspor

ukm jatimJatim memiliki banyak Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Mereka bergerak di berbagai bidang usaha maupun produk. Kualitas maupun kuantitas produk UKM Jatim pun terus berkembang. Namun, UKM Jatim ternyata masih belum percaya diri dengan produk yang mereka hasilkan. Terutama jika produk itu dipsarakan ke luar negeri. Melihat fenomena tersebut sangatlah perlu membuat tindakan untuk mendorong pelaku UKM Jatim  agar semakin berjuang dan percaya diri memasarkan produk mereka.

Baik dorongan secara wawasan dan skill, maupun semangat atau motivasi agar mereka dapat meningkatkan kualitas produknya. “Pelaku UKM Jatim masih terkendala wawasan dan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas produknya. Padahal pasar luar negeri sangat kompetitif. Oleh sebab itu mereka perlu diberi bimbingan dan pengetahuan,” jelas Haryono, Pemimpin Penanaman Modal Nasional Madani (PNM) Kantor Cabang Surabaya di sela acara Pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha di Hotel Cendana, Sabtu (15/9).

Pelatihan diikuti 100 debitur Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto. Dalam pelatihan tersebut, debitur diberikan pemahaman, motivasi, dan diskusi strategi untuk pengembangan usaha mikro, baik dari aspek produksi, distribusi dan pemasaran. “Tujuan utama kami memang meningkatkan kualitas dan daya saing terhadap produk mereka di pasar internasional. Dimana untuk pasar luar negeri peluangnya sebenarnya cukup besar, kita hanya perlu belajar dan memanfaatkan kondisi pasar yang ada,” ujar Haryono.

Baca:  Strategi Layanan Pelanggan Yang Tepat

Sampai saat ini PNM Cabang Surabaya telah memiliki 5 kluster, yaitu di Surabaya, Lamongan, Pasuruan, Malang, dan Blitar dengan 34 unit UlaMM. Sampai dengan bulan Agustus, Cabang Surabaya telah menyalurkan dana pembiayaan sebear Rp 210 miliar kepada 3.547 nasabah. “Sudah cukup besar dan banyak nasabah yang telah memanfaatkan pembiayaan ini.

Kami harapkan kedepannya akan ada semakin banyak UKM Jatim yang memanfaatkannya untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha mereka,” tandas Haryono. Sedangkan secara nasional, total dana yang telah disalurkan untuk pembiayaan UKM Jatim hingga akhir Juni 2012 sebesar Rp 2,2 triliun. Dan targetnya sampai akhir tahun diharapkan dapat menyalurkan dana sampai Rp 3,11 triliun, atau naik sekitar 39 persen dibandingkan dengan akhir tahun lalu yang sebesar Rp 2,23 triliun. (nur/opi/jpnn)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *