Home » Uncategorized » Ekspor Mebel Jatim Terhempas Krisis Eropa dan Amerika
Master tukang, tutorial pertukangan

Ekspor Mebel Jatim Terhempas Krisis Eropa dan Amerika

mebel jatim
merdeka.com

Ekspor Mebel Jatim Terhempas Krisis Eropa dan Amerika. Amerika merupakan negara tujuan ekspor mebel dan kerajinan kayu. Krisis ekonomi yang tak kunjung selesai di Negeri Paman Sam membuat pasar mebel jatim tidak bergairah.

Padahal market share ke Amerika mencapai 30 persen. Kondisi yang sama juga terjadi di Eropa, khususnya di Spanyol dan Jerman. Pangsa ekspor di Eropa mencapai 27 persen.

Praktis lantaran pangsa terbesar ekspor tidak bergairah, perajin terancam gulung tikar. Akibat krisis berkepanjangan, nilai ekspor mebel Jatim tahun ini diperkirakan juga akan turun. Padahal nilai ekspor sebelumnya telah mencapai US$1,8 miliar. “Hanya pengusaha besar yang masih eksis.

Jawa Timur paling terpukul atas penurunan tersebut karena sekitar 60 persen industri mebel berada di provinsi ini. “Negara-negara di Eropa dan AS yang menjadi pasar utama kini mengalihkan impor mebelnya ke Vietnam. Sampai dengan akhir November ini, nilai ekspor mebel Indonesia ke AS hanya USD 500 juta. Sedangkan impor mebel AS dari Vietnam sebesar USD 1,2 miliar,” papar Nur Cahyudi, Ketua Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan Indonesia (AMKRI) Jatim, sebagaimana di lansir Radar Surbaya.

Baca:  KH. Mutawakkil Alallah Terpilih Kembali Menjadi Ketua PWNU Jatim

Ia mengatakan, saat ada sekitar 5.076 unit usaha industri pengolahan kayu atau mebel jatim , dengan tenaga kerja sekitar 58 ribu orang. Menurut dia, ekspor mebel kayu ada kecenderungan turun namun mebel berbahan baku rotan cenderung terus tumbuh meski nilainya masih relatif kecil.

Negara yang dulu banyak memproduksi mebel rotan, seperti China, Hongkong, dan Vietnam, kini kesulitan bahan baku, dan sudah menghentikan
kegiatan produksi. Ini terjadi setelah pemerintah Indonesia menghentikan ekspor rotan.

Ia mengungkapkan, jumlah industri rotan mebel Jatim saat ini mencapai 135 unit usaha dengan tenaga kerja sebanyak 3.725 orang. Sedangkan nilai produksi tahun 2011 sebesar Rp 67,08 miliar. Untuk nilai investasi sekitar Rp 49,06 miliar.

Nilai ekspor industri pengolahan kayu, yang meliputi produk mebel, kerajinan dan kayu lapis Jatim sampai dengan Oktober 2012 mencapai USD 716,482 juta. Turun 3,42 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Baca:  Tanah Milik 68 Warga Akan Kena Pembebasan Gas JTC

Nur Cahyudi menambahkan, industri mebel Jatim kini fokus menggarap pasar dalam negeri. Dampaknya, sampai dengan akhir November pertumbuhan pasar dalam negeri sekitar 25 persen.

Ini tentunya sangat menggembirakan, dan bisa menutupi berkurangnya pasar ekspor. Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Irlan Indrocahyo mengatakan, sampai Triwulan III/2012, produksi mebel Jatim turun 18,48 persen. Sedangkan industri turun 1,16 persen.

Penurunan produksi ini karena industri besar dan sedang sebagian besar produknya diekspor dan industri kecil menyisir pasar lokal. “Penurunan produksi pada industri mebel Jatim kecil karena pasarnya direbut industri besar dan sedang yang kini juga konsentrasi menggarap pasar lokal,” kata Irlan, dikonfirmasi terpisah.

Irlan menjelaskan, ekspor mebel terbesar Jatim terjadi pada 2006 yaitu mencapai USD 1,18 miliar. Namun, angka itu terus turun, dan pada 2009 tinggal menjadi USD 967,21 juta. Sedangkan tahun 2010 naik lagi menjadi USD 1,15 miliar dan tahun 2011 sebesar USD 1,10 miliar, tetapi kembali turun pada tahun ini.

Baca:  Pakuwon Kembangkan Apartemen Ascott Waterplace Surabaya

Selain di Jatim, Yogyakarta juga mengalamai hal yang sama Sekretaris Asmindo DIY, Endro Wardoyo menambahkan, penurunan yang sama juga terjadi di Yogyakarta. Padahal di yogyakarta, mayoritas perajin berasal dari kalangan UMKM yang hanya mengandalkan pesanan by order.

“Delapan puluh persen perajin DIY dari UMKM, kalau tidak ada order mereka sulit bertahan,” jelas Endro. Atas kondisi ini, DPP Asosiasi Mebel Indonesia berencana membuka pasar baru di Afrika, Timur Tengah dan Asia. Hanya saja program ini harus mendapat dukungan langsung dari pemerintah. Fasilitasi promosi dan pemasaran sangat dinantikan agar pengusaha yang ada bisa eksis. “Kita butuh fasilitasi pameran internasional dari pemerintah. (radarsby.com/kabarbisnis.com, edtr:ang)

Kata Pencarian:

mebel gresik (1)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *