Home » Uncategorized » Nusron Wahid: NU Seharusnya Netral di Pilgub Jatim
Master tukang, tutorial pertukangan

Nusron Wahid: NU Seharusnya Netral di Pilgub Jatim

nusron wahidNusron Wahid: NU Seharusnya Netral di Pilgub Jatim. Meskipun PWNU dan beberapa sayap organisasinya menyatakan berkomitmen terhadap kandidat pilgub Jatim dari kalangan Nahdliyin.

Bahkan Garda bangsa sebagai salah satu sayap PKB sudah menyatakan dukungan terhadap Khofifah, namun Gerakan Pemuda Ansor memilih netral.

Hal itu ditegaskan Ketua PP Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid yang menyatakan pemuda Ansor tidak akan mendukung calon tertentu di Pilgub Jatim.

Meski salah satu kadernya, yakni Saifullah Yusuf yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP GP Ansor dua periode merupakan salah satu nama yang disebut-sebut sebagai salah satu calon yang akan maju dalam Pilgub Jatim, tapi Pemuda Ansor sebagai salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) secara kelembagaan tetap akan bersikap netral dan tidak memihak salah satu calon.

Baca:  Pilgub Jatim Mulai Memanas, Spanduk Soekarwo Bertebaran

“Sikap Ansor tersebut sesuai dengan aturan yang ada, yakni menjunjung tinggi Khittah NU yang mengamanatkan agar NU netral dan tidak berpihak dalam urusan politik praktis,” tegas Nusron Wahid.

Dengan sikap yang diambil tersebut, pihaknya, kata Nusron memberikan kebebasan kepada setiap individu anggota Ansor untuk menentukan pilihan dalam Pilgub Jatim sesuai dengan hati nuraninya masing-masing.

“Jadi siapa calon yang dipilih, terserah sahabat-sahabat Ansor sendiri. Apakah ke Gus Ipul, atau memilih calon lain,” terangnya.

Menurut Nusron Wahid, NU kembali ke khittah harus dimaknai, bahwa organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia ini tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana. Siapapun nantinya yang terpilih sebagai Gubernur dan pemimpin Jatim, maka Gubernur tersebut, kata Nusron adalah milik semua orang. “Termasuk Ansor,” imbuh anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar ini.

Baca:  Bus Pariwisata Di Rusak Massa

Khusus terhadap NU, dirinya berharap NU Jatim juga membiarkan warganya untuk memilih pasangan Cagub dan Cawagub sesuai dengan hati nurani masing-masing.

Nusron Wahid juga berharap pengurus NU dan banom-banom yang ada dibawahnya tetap dan selalu fokus mengurus jamaah, kaderisasi dan mengabdi dengan sungguh-sungguh kepada NU. “Jangan hanya menjelang Pilgub saja pengabdian itu dilakukan,” imbuh Nusron, mengingatkan.(surya)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *