Home » Uncategorized » Pedagang Daging Jatim Paksa Gubernur Buka Impor Daging
Master tukang, tutorial pertukangan

Pedagang Daging Jatim Paksa Gubernur Buka Impor Daging

Pedagang Daging Jatim Paksa Gubernur Buka Impor Sapi. Kelangkaan daging sapi yang sangat massif di jawa timur, memaksa para pedagang daging Jatim turun ke Jalan. Hari ini Ratusan pedagang berdatangan secara bergelombang. Akibat aksi tersebut, membuat Jalan Pahlawan macet.

Para Pedagang Daging Jatim datang dengan mengendarai motor, truk, dan mobil pick up. Mereka sempat menutup sebagian besar akses Jalan Pahlawan, yang membuat jalan menjadi macet. Sementara kantor Gubernur sendiri sudah dikelilingi kawat berdiri.

Pedagang Daging Jatim dalam aksinya di depan Kantor Gubernur Jalan Pahlawan dan Gedung Negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Senin (26/11/2012) dua ratusan massa mendesak Gubernur Soekarwo memperbolehkan daging impor masuk ke Jatim.

“Kami minta Gubernur kembali membuka daging impor. Karena daging sudah sulit ditemui di pasaran,” tegas Ketua Paguyuban Jagal Pegirian Surabaya Abu Hasan, kepada wartawan di sela-sela aksi unjuk rasa. Ketua PPSDS Jatim, Muthowif menambahkan, selain membuka kran impor daging, pihaknya juga minta Gubernur menghentikan pengiriman sapi ke luar Jatim. “Pengiriman sapi keluar Jatim harus distop, tanpa terkecuali,” imbuhnya.

Baca:  Murid Sekolah di Jember kenakan masker karena gangguan Abu Vulkanis

Impor daging dan larangan sapi dikirim ke luar Jatim tersebut harus dilakukan, karena saat ini keberadaan sapi semakin langka. Akibatnya, terjadi penurunan aktivitas pemotongan sapi di sejumlah Rumah Potong Hewan (RPH) hingga mencapai 50 persen. “Di RPH Pegirian misalnya, setiap hari biasanya memotong 210 hingga 300 ekor sapi, sekarang cuma 130 ekor sapi,” kata Muthowif.

Dalam pertemuan antara Dinas Peternakan Jatim dengan sejumlah pimpinan Rumah Potong Hewan (RPH) dan perwakilan jagal sapi di Kantor Dinas Peternakan Jalan A Yani, Direktur Utama PT Abattoir Surya Jaya Tamadoi Thamrin menyatakan, pihaknya menyangsikan murninya aksi yang dilakukan pedagang daging Jatim yang tergabung dalam PPSDS Jatim.

Ada Kecurigaan Aksi Pedagang Daging Jatim Ditunggangi

Ada keanehan dengan terjadinya kelangkaan sapi di Jatim, padahal stok sapi di Jatim lebih dari mencukupi, pihaknya khawatir ada pihak tertentu yang menunggangi aksi tersebut, misalnya mereka yang ingin agar impor daging sapi diperbolehkan.

Baca:  Setelah Foto Hot Beredar, Polwan Cantik Briptu Rani Jadi Buron

Pasalnya keuntungan dari bisnis daging impor sangat menggiurkan. 1 kg daging impor dari Australia keuntungannya Rp 10 ribu. Jika mengimpor 1 kontainer 40 feet, keuntungan yang didapat mencapai Rp 400 juta. Dugaan itu muncul, seiring dengan terus dikeprasnya jumlah jatah impor daging sapi oleh pemerintah. Jika tahun 2010 impor 120 ribu ton, 2011 turun jadi 70 ribu ton, dan tahun 2012 ini cuma 34 ribu ton.

”Makanya apa langkanya sapi-sapi tersebut karena sengaja disembunyikan pihaknya tertentu,” duga Doi. Saat memberikan pernyataan itu, Doi yang juga Wakil Ketua Asosiasi RPH Jatim didampingi Kepala RPH Krian Toni Hartono, Kepala UPT RPH Kabupaten Pasuruan Imam Nirwanto, dan Kepala RPH Kabupaten Malang Dwi Irianto. Hadir juga Kepala Dinas Peternakan Jatim Maskur.

Baca:  Biaya Kampanye Calon Gubernur Jatim Mencapai Angka 750 Miliar

Khusus untuk mengatasi kelangkaan sapi di pasaran, Kepala Dinas Peternakan Jatim Maskur menjelaskan, pihaknya sudah mengeluarkan surat No 524.3/7306/115.02/2012 tentang Pembatasan Sementara Pengeluaran Sapi dari Jatim.

Dalam surat yang ditujukan ke semua kepala dinas peternakan se-Jatim itu, kepala dinas kabupaten/ kota hanya memberikan rekomendasi pengeluaran ternak sapi hasil inseminasi buatan (IB), seperti jenis limousine, simental, dan sapi madura dengan perkiraan berat badan hidup minimal 400 kg dan sapi madura dengan berat hidup minimal 250 kg. Sedang sapi ras PO tidak direkomendasikan keluar Jatim, karena hanya untuk memenuhi kebutuhan di Jatim.

Sementara itu, dalam aksinya di depan Grahadi, massa sempat terlibat aksi dorong dengan aparat kepolisian. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Tri Maryanto yang langsung memimpin pengamanan meminta massa mundur dan tidak menutup jalan umum, serta memaksa petugas bertindak tegas. (surabaya.tribunnews.com/antarajatim, editor:anang)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *