Home » Uncategorized » Produksi Padi Jatim Diprediksi Naik 11,5 Persen
Master tukang, tutorial pertukangan

Produksi Padi Jatim Diprediksi Naik 11,5 Persen

produksi padi jatimWalaupun kondisi kekeringan terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur (Jatim), akan tetapi produksi padi jatim diprediksi tetap mengalami peningkatan. Diperkirakan produksi padi pada 2012 ini meningkat sebesar 11,5 persen dibandingkan dengan tahun 2011. Menurut data dari Dinas Pertanian (Dispertan) Jatim, produksi padi tahun ini diperkirakan sebesar 11.792.674 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 1.216.131 ton, atau sekitar 11,5 persen dibandingkan dengan produksi pada tahun 2011. “Untuk padi memang tetap mengalami kenaikan, walaupun hanya sedikit. Tapi dengan produksi tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan di Jatim dan ikut berkontribusi terhadap kebutuhan nasional,” papar Wibowo Eko Putro, Kepala Dispertan Jatim, kepada Radar Surabaya, akhir pekan lalu.

Kenaikan produksi tersebut diperkirakan terjadi karena naiknya luas lahan pertanian padi, dan juga kenaikan tingkat produktivitas pertanian padi. Untuk luas lahan panen padi pada 2012 ini diperkirakan mencapai 1.977.315 hektar, mengalami kenaikan sebesar 50.519 hektar, atau naik 2,62 persen dibandingkan dengan luas lahan tanam padi tahun lalu. “Sedangkan untuk tingkat produktivitasnya sendiri naik sebesar 4,78 kuintal per hektar, atau naik sekitar 8,71 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar dia.

Baca:  Produksi Padi dan Jagung Jatim Diprediksi Anjlok

Wibowo menjelaskan, bahwa kekeringan memang membawa dampak pada musim tanam komoditi pertanian, akan tetapi dampaknya tidak terlalu besar terhadap produksi padi jatim , dan tidak sampai terjadi krisis pangan. “Memang banyak petani mengalami kerugian karena kekeringan ini, akan tetapi tidak sampai membuat krisis pangan di Jatim ini. Bahkan kita masih berkontribusi terhadap pasokan pangan nasional,” jelasnya.

Saat ini produksi padi Jatim memang berkontribusi sekitar 40 persen terhadap pasokan beras secara nasional. Karena produksi padi Jatim sendiri mengalami surplus sampai 4,1 juta ton. Kebutuhan beras secara nasional sendiri sekitar 10 juta ton. “Pada tahun 2014 nanti target kami dapat menyumbang pemenuhan kebutuhan besar nasional sampai 5,6 juta ton. Dan mulai saat ini kami telah menerapkan berbagai strategi untuk meningkatkan produksi padi di Jatim,” pungkas Wibowo. (nur/hen/JPNN)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *