Home » Uncategorized » Puluhan Perusahaan di Jatim Mengajukan Keberatan UMK 2013
Master tukang, tutorial pertukangan

Puluhan Perusahaan di Jatim Mengajukan Keberatan UMK 2013

Puluhan Perusahaan di Jatim Mengajukan Keberatan UMK 2013. Pemberlakuan UMP Jatim yang sudah di gedok oleh Soekarwo selaku Gubernur Jawa Timur, masih menuai ganjalan pelaksanaannya dari kalangan usaha. Hal ini terbukti dengan banyaknya Perusahaan di Jatim yang mengajukan keberatan.

Data yang terpantau, Perusahaan di Jatim yang mengajukan keberatan untuk membayar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) 2013 di Jawa Timur semakin banyak. Dari data yang dihimpun, ada sekitar 41 perusahaan yang menyatakan tidak mampu membayar UMK sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 72 Tahun 2012.

”Memang jumlahnya sangat banyak, kalau ditotal segitu tapi sebagian masih mengajukan secara lisan saja,” kata Harry Soegiri, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertranduk) Jawa Timur (Jatim) Kamis (13/12).

Harry Soegiri menjelaskan, sejauh ini dari 41 Perusahaan di Jatim yang sudah memenuhi syarat pengajuan itu baru 4 perusahaan saja. Karena itu, dia berharap agar Perusahaan di Jatim yang menyatakan keberatan, segera melengkapi berkas-berkas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ”Yang sudah mengajukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku baru empat perusahaan, kalau yang lainnya masih baru sebatas menyatakan secara lisan,” tegasnya.

Baca:  Plugin Backup Wordpress Penting untuk Backup Data Blog

Perusahaan di Jatim yang mengajukan keberatan itu sebagaian besar berada di ring satu yakni wilayah Surabaya, Gresik, Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten dan Kota Mojokerto serta Sidoarjo. Pasalnya, UMK di ring tersebut tergolong tinggi. ”Kalau keberatan juga harus dibuktikan dan diaudit secara independen selama dua tahun kebelakang,” katanya.

Sekadar diketahui, sesuai dengan Pergub 72/2012, UMK 2013 Kota Surabaya dan Gresik ditetapkan paling tinggi di Jawa Timur yaitu Rp 1.740.000. Padahal dalam usulan pertama, Surabaya dan Gresik hanya Rp 1.567.000. Sebagai perbandingan, Kebutuhan Hidup Layak (KHL) Gresik dan Surabaya yang menjadi dasar penetapan UMK masing-masing Rp 1.567.845 dan Rp 1.425.000. Jadi besaran UMK yang ditetapkan Gubernur untuk Gresik dan Surabaya saja masing-masing  110,9% dan 122,1% dari KHL.

Sementara, Koordinator Wilayah (Korwil) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Ahmad Soim meminta agar Pemprov benar-benar berpegang sesuai aturan jika memang ada pengusaha yang tidak sanggup membayar UMK. ”Kalau memang Perusahaan di Jatim keberatan maka Pemprov harus transparan dan ada auditor independen yang mengaudit keuangan perusahaan tersebut. Jangan sampai ini akal-akalan saja mereka seperti itu,” katanya.

Baca:  Pemkot Surabaya Siapkan 330 Miliar untuk Atasi Banjir Surabaya

Dia khawatir, keberatan yang dilakukan oleh pengusaha itu hanya akal-akalan saja. Mereka dikhawatirkan menghindar dari tanggung jawab untuk membayar UMK sesuai dengan Pergub yang sudah ada. ”Jangan sampai hal itu terjadi karena kasihan nanti para pekerja kita kalau itu hanya dipakai untuk menghindari kewajiban,” tegasnya.

Sedangkan, Wakil Ketua Bidang Pengupahan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jatim, Johnson Simanjuntak belum bisa dihubungi mengenai perusahaan anggotanya yang mengaku keberatan membayar UMK. Memang, sebelumnya ada 10 perusahaan yang sudah ancang-ancang untuk merelokasi usahanya dari ring satu di wilayah Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kabupaten dan Kota Pasuruan, serta Kabupaten dan Kota Mojokerto. Bahkan, beberapa perusahaan berbasis Usaha Kecil Menengah (UKM) juga menyatakan keberatan dan terancam bangkrut. (surabayapost/ edtr:adit)

Baca:  Apindo Jatim Keberatan Penetapan UMP Jatim 2013

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *