Home » Uncategorized » Puspa Agro Genjot Kinerja dengan Menggandeng AVA Singapura
Master tukang, tutorial pertukangan

Puspa Agro Genjot Kinerja dengan Menggandeng AVA Singapura

pasar puspa agro
foto:deptan.go.id

Puspa Agro Genjot Kinerja dengan Menggandeng AVA Singapura. Potensi holtikultura indonesia yang coba digenjot dengan hadirnya pasar induk Puspa Agro, masih terkendala. Oleh karena itu, puspa Agro berencana meningkatkan fasilitas dan penguatan jaringan bisnis.

General Manager Puspa Agro, Susono Hadinugroho mengatakan, secara umum pembangunan pasar induk yang berlokasi di Jemundo Sidoarjo tersebut telah sesuai dengan rencana awal. Sejak dimulai pembangunan tahun 2008, bangunan utama di tahap satu secara keseluruhan telah rampung.

“Nah, saat ini kita menatap tahapan pematangan jaringan dan sistem perdagangan modern yang kita patok pada periode 2013 hingga 2017. Artinya di tahun 2018 fungsi pasar induk sudah beroperasi penuh dan kita siap go internasional,” kata Susono di kantor JGU Surabaya, Kamis (13/12/2012).

Diakuinya, banyak program yang sudah disusun dan ditargetkan bisa dijalankan pada tahapan ini, diantaranya memperkuat jaringan perdagangan antar pulau maupun internasional, pameran dagang, mini manufacturing produk agro, penguatan organisasi kelembagaan, sistem pembayaran via bank, menarik lebih banyak investor, menciptakan entrepreneurship di tingkat petani, hingga kerja sama dengan berbagai organisasi berbasis agro.

Baca:  Banyuwangi Batik Festival Upaya Memacu Industri Kreatif

Susono optimistis bahwa upaya untuk mengangkat citra dan kepercayaan masyarakat, khususnya petani dan investor terhadap Puspa Agro akan meningkat. Ia mencontohkan, pihaknya telah menggandeng Agri-Food & Veterinary Authority (AVA) di Singapura.

“Dan AVA Singapura sangat antusias untuk menjadikan Puspa Agro sebagai sentral point ekspor hortikultura asal Indonesia ke negara itu. Selama ini, mereka hanya mengakui bahwa pintu keluar ekspor asal Indonesia harus melalui Jawa Barat,” ungkap Susono.

Manager Umum Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin menambahkan, pihaknya juga akan menggandeng instansi terkait untuk penambahan fasilitas berupa grading dan packaging dengan harapan bisa memberi nilai jual lebih terhadap komoditas pertanian.

Sementara untuk mengembangkan komoditas perikanan, lanjut dia, Puspa Agro juga telah mendapat kepercayaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai pusat perdagangan hasil perikanan di Indonesia Timur. “Komitmen itu diwujudkan dengan bakal diberikannya bantuan pembangunan cold storage dan pengolahan ikan berkapasitas 5.000 ton. Saat ini di Puspa Agro masih memiliki fasilitas cold storage dengan kapasitas 200 dan 300 ton. Itu pun sudah penuh hingga Maret 2013,” ungkap Muchibuddin.

Baca:  Diknas Malang Kekurangan Ratusan Guru SD

Puspa Agro, lanjut dia, juga akan menggandeng PT Galasari Gunung Swadaya guna merealisasikan pembangunan demplot dan penyediaan bibit hortikultura. Kemitraan itu akan memperkuat posisi Puspa Agro sebagai sentra penjualan bibit di wilayah Indonesia timur.

“Tahap pertama akan dibangun Demplot seluas 250 hektare, untuk kemudian diperluas secara bertahap hingga 2.000-3.000 hektare di wilayah Gresik,” ujar dia.

Sementara itu berdasarkan data yang ada, saat ini rata-rata volume pergerakan komoditas di Puspa Agro mencapai 1.000-1.400 ton, dengan nilai transaksi per hari sebesar Rp 3 miliar-4 miliar. “Dalam sebulan, transaksi hanya sekitar Rp 100 miliar. Namun seiring dengan terus ditambahnya fasilitas dan infrastruktur jalan kami berharap tahun depan volume komoditas dan nilai transaksi di Puspa Agro bisa naik 3-4 kali lipat dari saat ini,” pungkas Muchibuddin.

Baca:  Tahapan Pilgub Jatim 2013, Pendaftaran Cagub Jatim Mulai 13 Mei

Manajemen Puspa Agro sangat optimis kalau kinerja transaksi puspa Agro akan menjadi kendali utama harga pangan di Indonesia, sebab potensi holtikultura indonesia timur luar biasa berlimpah. Akan tetapi potensi ini belum dikelola dengan manajemen yang terintegrasi dan modern. (kabarbisnis/ edtr:anang)

Suarakan Pendapatmu

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *