Ilmu Bisnis

Unit Link, Jangan Terjebak Asuransi Beriming-iming Investasi

Unit Link, Jangan terjebak asuransi beriming-iming investasi. Kontroversi seputar asuransi merangkap investasi alias unit link yang belakangan merebak dinilai sejumlah perencana keuangan berisiko merugikan nasabah. Sistem yang mulai diperkenalkan di Indonesia pada 2002 itu juga mendapat respons serius dari agen asuransi. Salah satunya Bobby Roberto.

Melalui bukunya, Untung Ada Unit Link (2013), ia respons buku karya perencana keuangan Aidil Akbar Madjid berjudul Shocking Unit Link (2011) yang sempat membuat kalangan agen asuransi kalangkabut.

Aidil Akbar sebelumnya memang melihat adanya potensi kerugian dari aksi yang bahkan mendekati penipuan oleh sejumlah agen asuransi dalam
menggaet nasabahnya itu. Menurut dia, para agen tersebut menawarkan dan menjual asuransi jiwa bukan berdasarkan kebutuhan nasabah, melainkan keuntungan agen dan perusahaan asuransi itu sendiri.

“Jelas mereka tidak paham konsep asuransi sama sekali saat menawarkan kepada nasabah,” kata Akbar kepada Detik, Selasa lalu. Berangkat dari penjelasan mengenai konsep dasar unit link yang dianggap bertentangan dengan definisi asuransi seperti tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1992, Bobby membantah argumen yang dilontarkan Aidil Akbar.

Menurut dia, undang-undang tersebut bukan mendefinisikan sebuah polis asuransi, melainkan arti asuransi. “Jadi saya merasa tidak ada yang salah dengan polis asuransi unit link jika di dalamnya tercantum ketentuan investasi,” ujar Bobby.

Baca:  Prospek Bisnis Laundry Kiloan Sangat Menguntungkan

Unit link, kata Bobby, adalah produk yang mengkombinasikan asuransi dengan investasi secara bersamaan. Juga soal produk unit link yang dinilai
tidak transparan, Bobby menganggap tidak sesuai dengan fakta. Dalam polis, dia menyatakan, dijabarkan dengan jelas berapa biaya yang dibebankan kepada calon nasabah.

Selain itu, Bobby menanggapi soal perlindungan jiwa dari unit link. Misalnya, seorang laki-laki berusia 30 tahun yang tidak merokok dan mampu membayar premi Rp 500 ribu per bulan hanya mendapat proteksi Rp 50-50 juta. Sementara itu, jika nasabah mengambil asuransi berjangka atau term life—asuransi jiwa yang lebih dianjurkan Aidil—bisa mendapat proteksi Rp 1 miliar.

Bobby memaparkan, agen asuransi biasanya menjual unit link dengan menyertakan rider lainnya, seperti proteksi terhadap sakit kritis, kecelakaan, serta cacat tetap dan total. Maka perhitungannya, menurut dia, dengan asumsi laki-laki usia di atas dan jumlah premi Rp 500 ribu per
bulan akan mendapat Rp 250 juta jika sakit kritis, plus Rp 250 juta jika cacat/meninggal karena kecelakaan, ditambah Rp 250 juta jika cacat total dan tetap, plus Rp 250 juta jika meninggal, total Rp 1 miliar.

Perhitungan itu sangat berbeda dengan perbandingan asuransi term life, misalnya, yang Rp 1 miliar hanya untuk jiwa. “Selain itu, karena unit link adalah produk campuran, selain proteksi Rp 250 juta untuk empat bagian tadi, mendapat nilai tambah berupa investasi,” Bobby menegaskan.

Baca:  Kini Mendirikan CV atau PT Cukup Lewat Aplikasi HP, Mau Coba?

Namun Aidil melihat, sering kali kenyataan di lapangan, agen asuransi tidak menjelaskan secara mendetail, bahkan cenderung menutup-nutupi isi polis asuransi, sehingga calon nasabah dibiarkan mengambang dengan pilihannya. Calon nasabah hanya akan merasa tidak ada masalah, meski hanya mendapat return yang tidak maksimal dari unit link.

Kelemahan Unit Link menurut Aidil Akbar

Dalam bukunya, Shocking Unit Link, Aidil Akbar mengatakan, “Jika kita membeli produk ini dan membayar premi bulanan, 3 bulan, 6 bulan, atau
tahunan, dana premi tersebut akan langsung dipecah ke dua keranjang: keranjang untuk membayar premi asuransi, serta satu keranjang lagi untuk investasi, dan rekening investasinya terpisah.”

IReturn hasil investasi dari unit link lebih kecil, hanya 15 persen, dibanding reksa dana yang bisa mencapai 30-35 persen. Atau, pada saat pasar saham (bursa) sedang bagus, reksa dana bisa memberi return 50-60 persen, sedangkan unit link hanya 5-20 persen. Unit link memakan biaya cukup mahal yang dibebankan kepada nasabah.

Sebesar 50-80 persen premi pada tahun pertama dan kedua nasabah akan hilang. Biaya polis itu yang dikenalkan dengan biaya di depan atau dengan istilah front-load. Maka jangan heran jika ada agen yang membujuk membayar biaya top-up untuk menambah porsi investasi agar nasabah tidak kaget kalau premi pada tahun pertama hilang.

Baca:  Cara Dahsyat Mengembangkan UKM Beromzet Besar

Sebagian besar agen lebih tertarik dan gencar menjual produk unit link karena komisinya bagi mereka yang besar, sekitar 45 persen, dibanding asuransi berjangka (term life) yang hanya 15 persen. Dengan unit link, Anda akan dipaksa membayar premi setiap bulan.

Jenis Biaya yang Dibebankan Lewat Produk Unit Link:

  • Biaya asuransi (cost of insurance) adalah biaya sesungguhnya yang dibayarkan oleh nasabah untuk besaran pertanggungan yang diinginkannya sesuai dengan spesifikasi nasabah tersebut (misalnya umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan merokok/tidak merokok).
  •  Biaya administrasi adalah biaya yang umum dipungut oleh perusahaan asuransi untuk urusan administrasi polis nasabah yang bersangkutan.
  •  Biaya akuisisi adalah biaya yang dibebankan kepada nasabah untuk pelayanan yang diterima nasabah yang bersangkutan selama polisnya masih aktif. Dari biaya akuisisi inilah, komisi agen—termasuk biaya jalan-jalan bagi agen yang berprestasi—biaya medical checkup calon nasabah, biaya pembatalan polis, dan lain-lain diambil.
  • Adapun dalam unsur investasi, ada biaya investasi, seperti biaya switching—biaya untuk perpindahan dana kelolaan—biaya pengelolaan, dan biaya top-up atau dana tambahan untuk investasi.

Disarikan dari buku Untung Ada Unit Link karya Bobby Roberto dan Shocking Unit Link Karya Aidil Akbar

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

One Comment

  1. Penjelasan yang sangat bermanfaat, sering unit link menjadi kabur dengan imimg-iming investasi belum lagi masalah investasi bodong yang diatur seorang menejer investasi gadungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman