Peristiwa

Warga Bawean Bawa Kabur Anak Dibawah Umur, Diringkus di Babel

Warga Bawean Bawa Kabur Anak Dibawah Umur Diringkus di Babel. Abdul Khalid (31), warga Pulau Bawean ditangkap polisi karena membawa lari anak perempuan masih di bawah umur. Tersangka diringkus anggota Satreskrim Polres Gresik di tempat persembunyiannya di Belitung Timur, Provinsi Bangka Belitung.

Tersangka yang bekerja sebagai penambang timah itu sedang bersama Jl, anak gadis bawah umur yang dibawa lari dari Gresik. Tersangka mengaku, dia telah menikahi siri gadis yang masih duduk di bangku salah satu SMA swasta di Kota Gresik.  Kasubag Humas Polres Gresik AKP Tatik Sugiarti, mengungkapkan, perkenalan tersangka dengan korban diawali melalui media jaring sosial facebook. Hubungan keduanya semakin mesra dengan saling menelpon.

Baca:  Kapal Bawean Menambah Jadwal Pelayaran Selama Mudik Lebaran

Perkenalan itu kemudian bersambung menjadi hubungan berpacaran meski tersangka saat itu diketahui sudah beristri. Kenekatan itu terjalin karena istri tersangka menjadi TKW di Hongkong. “Saya cuma kumpul sebulan dengan istri, kemudian dia pergi ke Hongkong,” akunya. Pertemuan darat dua sejoli itu diawali ketika tersangka datang ke Gresik pada November 2012 lalu, dan menginap di sebuah hotel di Jalan Raden Santri. Kisah ini kemudian berlanjut hingga tersangka kembali ke Belitung Timur.

Namun pada April lalu, Jl tiba-tiba ingin minggat dari rumahnya di kawasan perumahan elit GKB. Mengetahui keinginan kekasihnya ini, tersangka serta merta mengirim uang sebesar Rp 1 juta untuk membeli tiket pesawat ke Bangka Belitung. Kemesraan itu tak sampai berlangsung tiga bulan karena aparat reskrim Polres Gresik sudah mengetahui persembunyian mereka.

Baca:  Satpol PP Gresik Mengamankan 7 PSK

Menurut AKP Tatik, akibat perbuatan tersebut tersangka dijerat dengan pasal sangkaan berlapis. Yakni sesuai pasal 332 KUHP dan pasal 81 ayat (2) UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam UU terakhir ini, tersangka diancam sanksi hukuman 15 tahun minimal 3 tahun penjara.

Polisi berencana membawa sebut saja Bunga (16) warga Perum Darul Aisiyah Regency III/ 12 Gresik Kota Baru (GKB) Desa Yosowilangon Kecamatan Manyar ke rumah sakit (RS) untuk dilakukan visum et repertum (VER).

“Kita rencananya membawa ke RS untuk VER, Jum’at (31/05). Kondisinya masih belum memungkinkan karena korban masih emosional. Saat ini, kita serahkan ke keluarganya,”ungkap Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gresik, Aiptu M. Ikhsan mewakili Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Muhamad Nur HidayatN SIK, M,Si di Mapolres Gresik, Kamis (30/05).

Baca:  Pemkab Gresik Undang Investor Kembangkan Wisata Bawean

Bunga yang masih duduk di kelas X salah satu SMA swasta yang kategori favorit, kata M. Ikhsan, tinggal bersama kakaknya setelah dipasrahkan oleh orang tuanya agar sekolah dengan baik untuk mewujudkan cita-citanya. (sbypg/GS)

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman