Politik Gresik

Warga Boteng Menganti Protes Kecurangan Pilkades

Warga Boteng Menganti Protes Kecurangan Pilkades. Merasa dicurangi, warga Desa Boteng, Kecamatan Menganti, memprotes hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang telah berlangsung Minggu (9/6/) lalu. Mereka menduga panitia telah memanipulasi kartu suara dengan mengesahkan kartu suara yang dicoblos sekecil jarum jam.

Warga Boteng yang datang ke Balai Desa meminta ketegasan Panitia Pilkades agar menghitung ulang kertas suara yang tidak sah. “Kami sudah mengadukan keberatan ke Panitia Pilkades sesuai waktu yang telah ditetapkan yaitu 1×24 jam, tapi sampai hari ini, belum ada kejelasan dari Panitia Pilkades,” kata Bambang Irwanto, perwakilan warga Desa Boteng, Rabu (12/6).

Warga Boteng menduga Panitia Pilkades Boteng, Kecamatan Menganti, melakukan kecurangan sistematis, diantaranya mencetak kertas suara berlebihan.  “Sesuai jumlah pemilih Daftar Pemilih Tetap 3.549 orang. Panitia mencetak kertas suara 4.580, yang rusak 4 kertas suara, sisanya sisa 1027 kertas suara. Yang distempel Panitia di Balai Desa sebanyak 4000 kertas suara, dan cadangan 100. Masih ada sisa kertas suara. Warga menduga ada kecurangan yang dilakukan panitia,” jelasnya.

Baca:  Jazilul Fawaid Mundur, Qosim Segera Didapuk Jadi Ketua DPC PKB Gresik

Selain itu, ada kertas suara dari kotak suara dua dan tiga yang lubang coblosan terlalu kecil, seperti coblosan jarum. Padahal, Sesuai tata tertip (Tatip) Pilkades Boteng, Pasal 21 ayat 1e, bahwa apabila kartu suara dicoblos menggunakan alat coblos yang tidak disediakan panitia maka tidak sah.

Camat Menganti, Sutrisno, menyerahkan kembali hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Boteng pada peraturan dan keputusan Bupati. Menurut Sutrisno, pihaknya tetap berpedoman pada peraturan Pilkades Boteng.

“Laporan dari Panitia Pilkades Boteng, tahapan pilkades sudah dilakukan sesuai prosedur. Termasuk jika ada kejanggalan bisa dilaporkan paling lama 1×24 jam,” kata Camat Menganti, Sutrisno, Rabu (12/6). Sementara untuk penyelesaian masalah yang timbul, warga bisa melaporkannya ke Bupati atau melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Baca:  Berkah Ajukan Gugatan MK, Penetapan Hasil Pilkada Gresik Ditunda

“Calon yang kalah harus bersikap legowo. Kalau memang ada kejanggalan bisa dilaporkan ke Panitia Pilkades dalam waktu 1×24 Jam, dan dilaporkan ke Bupati. Jika masih belum tuntas dilanjutkan ke PTUN,” jelasnya.

Suarakan Pendapatmu

comments

Tags

Berita Gresik & Jawa Timur

Gresik.co merupakan media berbagi informasi untuk tumbuh bersama kesadaran politik, ekonomi, dan budaya masyarakat Gresik. Bagi para pelaku usaha kecil dan menengah ataupun komunitas bisa beriklan gratis tanpa biaya apapun. Silahkan buat review usaha anda sebanyak 200 kata atau lebih disertai foto dan alamat usaha lalu kirim ke pesan facebook kami

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Matikan Adblocker untuk agar bisa membuka website dengan aman